Pengakuan Sopir Truk Tua Patah Gardan di Sitinjau Lauik: Sering Rusak, Lapor Dimarahi Bos!

11 hours ago 14

Langgam.id – Truk bermuatan mi instan 12 ton mengalami patah gardan di Jalur Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Posisi truk persis di tikungan, dimensi truk yang panjang membuat ruas jalan jadi sempit. 

Akibatnya, arus lalu lintas penghubung Padang-Solok itu terganggu hingga macet berjam-jam. Bus AKAP hingga kendaraan besar lainnya tersendat, tidak bisa melintasi tikungan. 

Pada pukul 14.30 WIB, akhirnya truk dapat dievakuasi. Arus lalu lintas jalan nasional tersebut kembali normal.  

Sopir truk bernama Izul, mengaku kendaraan itu baru dua kali dibawanya untuk rute Padang–Pekanbaru pulang pergi. Selama perjalanan, memang kerap mengalami kerusakan.

Ia mengungkapkan, sudah mengingatkan pemilik kendaraan, agar truk diperbaiki sebelum dipakai untuk perjalanan jauh. Namun perbaikan belum juga dilakukan.

“Sudah saya bilang ke bos harus diperbaiki, tapi katanya nanti,” kata Izul kepada Langgam.id sembari menambahkan pernah terlibat adu mulut dengan pemilik kendaraan persoalan kondisi kendaraan tersebut.

“Pas rusak malah saya dimarahi. Saya juga emosi dan balas ngomong,” tambahnya dengan raut wajah lesu dan tangan berlumur oli itu. 

Selain kondisi kendaraan yang sudah tua, Izul juga menyebut surat uji KIR truk tersebut baru sedang diurus oleh pemilik kendaraan. Sementara sesuai STNK, truk diketahui keluaran tahun 2003, secara kondisi kendaraan disebut merupakan produksi lama.

“Kir baru diurus sama pemilik truk,” ungkapnya.  

Detik-detik Patah Gardan 

Izul menceritakan detik-detik truknya alami masalah. Ia tak menampik, sebelum sampai di tikungan sudah merasakan kendaraan tidak dalam kondisi baik. 

“Dari awal saya sudah rasa truk ini tidak aman. Putaran setir pendek, baut-baut pada mesin sering longgar,” ujarnya.  

Ketika memasuki tikungan tajam, truk kesulitan berbelok ke kanan dan harus mundur untuk mengambil posisi. “Satu kali genjotan pas mundur itu langsung bunyi keras di bawah. Saya kira patah as roda, ternyata gardan. Setelah dicek, minyak gardannya juga habis,” ucapnya.

Dishub Bakal Razia

Dinas Perhubungan Sumbar menyiapkan langkah penanganan jangka pendek untuk atasi kemacetan dan kecelakaan di Jalur Sitinjau Lauik. Salah satunya, dengan melakukan razia gabungan terkait laik jalan bagi angkutan barang. 

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani mengatakan, saat ini pihaknya tengah berdiskusi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Jasa Raharja, serta kepolisian lalu lintas. 

“Jadi kendaraan yang beroperasi ini harus laik jalan saat melalui Sitinjau Lauik, sehingga benar-benar aman ketika melewati jalur tersebut,” ujarnya.

Dedy menambahkan, pihaknya juga meminta BPTD memaksimalkan fungsi jembatan timbang guna memastikan kendaraan angkutan benar-benar memenuhi standar keselamatan dan laik jalan di Sitinjau Lauik.  

Menurutnya, pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang harus diperketat agar dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik. Persoalan ini harus saling koordinasi lintas instansi yang terus diperkuat.

“Makanya kami sudah bertemu dengan BPTD, Jasa Raharja, dan kepolisian agar memasifkan pelaksanaan uji KIR. Kami juga mendesak pemerintah kabupaten dan kota sebagai pelaksana uji KIR agar menjalankan pengujian kendaraan sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya. (WAN)

Read Entire Article
Pekerja | | | |