Langgam.id — Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) Persatuan Insinyur Indonesia (PPI) Wilayah Sumatera Barat menetapkan Muhammad Dien sebagai Ketua PPI Sumbar periode 2025–2028 secara aklamasi, Sabtu (28/2/2026).
Penetapan itu menjadi puncak dari Muswilub yang digelar untuk mengisi kekosongan kepemimpinan setelah wafatnya ketua sebelumnya, Nasirman Chan. Sebelumnya, Muhammad Dien menjabat sebagai pelaksana tugas (plt) ketua dan mengemban mandat untuk menyelenggarakan Muswilub sesuai ketentuan organisasi.
Forum yang mengusung tema “Membangun Tata Kelola Organisasi yang Adaptif, Profesional, dan Berintegritas” tersebut mendapat apresiasi dari pengurus pusat. Ketua Komite Pengembangan Organisasi Wilayah dan Cabang PPI Pusat, Pius X Rooswan, menilai pelaksanaan Muswilub menunjukkan tata kelola organisasi berjalan baik dan demokratis.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan Muswilub ini. Ini membuktikan tata kelola organisasi berjalan dengan baik. Jaga marwah Muswilub ini,” ujarnya.
Ucapan selamat juga disampaikan Dewan Pakar PPI Pusat sekaligus Dewan Penasihat PPI Sumbar, Insannul Kamil. Ia menilai kepengurusan baru memiliki tantangan besar, terutama dalam konteks kontribusi insinyur terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Insannul, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada 2025 berada di kisaran 3,5 persen dan dinilai belum ideal karena sektor industri belum menunjukkan pertumbuhan signifikan.
“Kalau hanya di angka 3 persen, itu cenderung hanya ditopang konsumsi. Industri tidak tumbuh. Ini harus kita pikirkan secara serius,” ujar Mantan Wakil Rektor III Universitas Andalas itu.
Ia menegaskan, para insinyur harus mulai mengambil peran strategis dalam merumuskan gagasan dan solusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan. Dalam setiap lini pembangunan—mulai dari pertanian, infrastruktur, energi, hingga sektor lainnya—peran insinyur dinilai sangat vital.
“Insinyur sudah harus memiliki pemikiran bagaimana meningkatkan ekonomi daerah ini. Peran insinyur sangat strategis karena pembangunan di berbagai bidang pasti melibatkan insinyur,” katanya.
Karena itu, ia mendorong PPI Sumbar di bawah kepemimpinan Muhammad Dien agar tidak hanya fokus pada konsolidasi internal, tetapi juga aktif memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“PPI harus mengambil peran dan berkontribusi maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, dalam pidato perdananya usai terpilih, Muhammad Dien mengajak seluruh jajaran pengurus untuk meningkatkan kinerja organisasi secara lebih optimal dan terukur. Ia menekankan pentingnya memperbanyak pertemuan, forum diskusi grup (FDG), serta berbagai kegiatan profesional yang mampu melahirkan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah.
“Saya mengajak seluruh pengurus bekerja lebih optimal dan maksimal ke depan. Kita perlu meningkatkan pertemuan-pertemuan dan forum diskusi agar organisasi semakin hidup dan produktif,” ujarnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, PPI Sumbar diharapkan mampu memperkuat peran organisasi profesi sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus motor penggerak gagasan teknokratis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat.


















































