Tambang Emas Ilegal hingga Pelangsir Biang Kerok Solar Langka di Sumbar 

7 hours ago 9

Langgam.id – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat (Sumbar), Helmi Heriyanto, mengungkap aktivitas tambang emas ilegal diduga salah satu penyebab kelangkan BBM subsidi jenis solar di sejumlah wilayah di Sumbar.  

“Aktivitas tambang ilegal ini selain merusak lingkungan juga memberikan dampak lain berupa kelangkaan BBM subsidi di Sumbar,” ujarnya, Kamis (21/5/2026). 

Helmi menyebutkan, ketika dirinya melakukan kunjungan ke salah satu lokasi tambang di kawasan Batu Gando, Kabupaten Sijunjung, didapati penggunaan BBM subsidi jenis solar dalam jumlah banyak untuk aktivitas tambang.

“Kami hitung kemarin ketika kunjungan ke Batu Gando, Kabupaten Sijunjung sekitar  1.000 liter per hari bahan bakar jenis solar yang dibutuhkan. Itu untuk pengoperasian ponton-ponton di kawasan satu titik saja,” katanya.  

Ia menyebutkan, belum lagi dengan penggunaan bahan bakar jenis solar untuk tambang-tambang yang menggunakan alat berat tentu akan bertambah konsumsi bahan bakar. 

Temuan ini menjadi evaluasi berkala agar nantinya distribusi bahan bakar subsidi tidak diperuntukkan bagi aktivitas tambang. 

“Tujuannya agar masalah kelangkaan BBM di Sumbar bisa segera teratasi,” ucapnya. 

Selain tambang ilegal, lanjut Helmi, penyebab kelangan solar juga disebabkan naiknya harga BBM non subsidi. Dikatakannya, khusus sepuluh hari belakangan data dari Pertamina terdapat kenaikan permintaan pendaftaran untuk akses mendapatkan BBM subsidi, sehingga pengguna BBM subsidi jenis solar juga alami lonjakan.

“Temuan di beberapa SPBU dapat disaksikan bahwa antrean BBM jenis solar yang biasanya diisi oleh truk dan angkutan umum, sekarang juga sudah diisi oleh mobil pribadi milik masyarakat. Kalau di persentasekan terjadi kenaikan sekitar 8 persen,” jelasnya.  

Selanjutnya, kata Helmi masih terjadi oknum-oknum pelangsir yang menggunakan truk modifikasi untuk membeli BBM subsidi dengan jumlah banyak, kemudian dijual kembali.

“Praktik seperti ini masih marak terjadi di SPBU yang ada di Sumatera Barat. Oknum ini bisa menjual lagi dengan harga lebih mahal,” ungkap Helmi.

Gambaran Helmi, misalkan satu truk tersebut bisa menampung sekitar 200 liter solar setiap hari, dalam sepekan bisa memperoleh 1400 liter yang membuat penggunaan BBM subsidi menjadi tidak tepat sasaran.

“Sehingga seharusnya solar tidak langka karena bisa mencukupi menjadi tidak lagi cukup karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab ini,” tutur Helmi.

“Oknum pelangsir ini menjual untuk pengguna mobil pribadi tentu penjualan mereka tidak banyak. Maka, ke aktivitas tambang ilegal inilah dijual BBM subsidi tadi,” pungkasnya. (WAN) 

Read Entire Article
Pekerja | | | |