Langgam.id – Anggaran penanganan bencana banjir yang melanda Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) sekitar Rp15 triliun. Hal ini diungkapkan Wali Kota Padang, Fadly Amran.
Ia menyebutkan, sebagian besar anggaran tersebut masih berada dalam tahapan tender, sehingga pekerjaan fisik belum dapat dilaksanakan secara menyeluruh.
Khusus Pemerintah Kota Padang, pada tahun 2026 telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp121 miliar untuk pengendalian banjir yang terbagi dalam 98 paket pekerjaan. Seluruh paket tersebut saat ini telah memasuki proses tender.
“Kenapa tidak bisa langsung dikerjakan? Karena tentu harus melalui tahapan perencanaan dan proses penganggaran. Kami juga bersyukur ada dukungan dari pemerintah pusat melalui dana Transfer ke Daerah (TKD) yang memungkinkan proyek-proyek ini bisa dilaksanakan,” kata Fadly dalam keterangan video di akun Instagram resminya, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, perencanaan menjadi tahapan penting sebelum rekonstruksi infrastruktur pengendalian banjir dilakukan. Ia menegaskan pembangunan tidak dapat dilaksanakan tanpa proses tersebut.
Selain anggaran dari Pemko Padang, Pemerintah Provinsi Sumbar juga mengalokasikan sekitar Rp15,4 miliar untuk penanganan banjir yang kini masih dalam proses tender.
Sementara itu, pemerintah pusat melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan mengalokasikan sekitar Rp400 miliar untuk penanganan jangka panjang yang juga masih memasuki tahap tender.
Di sisi lain, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V menyiapkan anggaran hampir Rp1 triliun untuk pembangunan sabo dam, cek dam, serta penanganan sungai di Kota Padang dalam kurun tiga tahun ke depan. Sebagian paket pekerjaan tersebut telah mulai memasuki proses tender pada tahun ini.
“Dengan demikian, total anggaran penanganan banjir di Kota Padang dari seluruh tingkatan pemerintahan mencapai lebih kurang Rp1,5 triliun,” jelasnya.
Meski demikian, Fadly mengakui mayoritas anggaran tersebut belum bisa langsung dirasakan masyarakat karena masih berada dalam tahapan pengadaan. Ia menilai percepatan proses tender menjadi hal yang sangat penting agar pembangunan infrastruktur pengendalian banjir segera terealisasi.
“Perlu percepatan supaya tidak terjadi lagi permasalahan dari hulu sungai hingga ke muara yang berdampak kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai di Kota Padang,” ungkapnya.
Fadly menjelaskan, sejak penetapan status tanggap darurat pascabencana pada November 2025, pemerintah kota, provinsi, dan pusat bekerja secara paralel dalam tahap pemulihan, rehabilitasi awal, hingga masa transisi bencana yang masih berlangsung sampai saat ini.
Selama masa transisi tersebut, pemerintah telah merealisasikan sejumlah dana operasional untuk penanganan sementara. Di antaranya Rp2,3 miliar untuk normalisasi sungai, cek dam, dan tanggul, Rp4 miliar untuk perbaikan jaringan irigasi pertanian, serta Rp4,9 miliar untuk pembersihan dan rehabilitasi drainase di Kota Padang.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp1,37 miliar untuk rehabilitasi lahan sawah di Kelurahan Kuranji yang terdampak banjir.
Kata Fadly, pekerjaan-pekerjaan sementara yang telah dilakukan bertujuan mengurangi dampak banjir sambil menunggu proyek rekonstruksi skala besar dimulai. Namun, sejumlah penanganan darurat tersebut kembali mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir yang melanda Kota Padang pada 3 Agustus 2026 lalu.
“Hari ini rekonstruksi sedang berjalan dimulai dari proses tender pekerjaan konstruksi setelah tahapan perencanaan selesai beberapa bulan terakhir. Pembangunan ini akan dilaksanakan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan,” bebernya.
“Namun karena proses tender belum selesai, pembangunan fisik bendungan dan infrastruktur lainnya memang belum dapat dimulai. Qadarullah, cuaca ekstrem kembali melanda Kota Padang sehingga banjir kembali terjadi,” sambung Fadly.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas belum optimalnya penanganan banjir di Kota Padang. Pemerintah akan terus mempercepat seluruh proses pembangunan agar penanganan banjir dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
“Kami memohon maaf atas segala kekurangan dalam penanganan ini, namun kami akan terus berupaya sebaik-baiknya,” pungkasnya. (WAN)














































