InfoLanggam – Inovasi Kartu Digital Sungai Rumbai Sehat untuk Eradikasi Stunting (KARDI SARAS) milik Pemkab Dharmasraya berhasil meraih penghargaan Outstanding Public Service Innovation (OPSI) dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2025.
Ajang penghargaan ini diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
Penghargaan OPSI KIPP 2025 diserahkan pada kegiatan Peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) Triwulan IV dan Pemberian Penghargaan OPSI KIPP 2025 yang berlangsung di Jakarta beberapa hari lalu.
Kabupaten Dharmasraya menjadi salah satu dari 24 pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia yang menerima apresiasi atas inovasi pelayanan publik yang dinilai berdampak, berkelanjutan, dan dapat direplikasi.
Selain menerima penghargaan, delegasi Kabupaten Dharmasraya juga mengikuti kegiatan Diseminasi Praktik Baik Pelayanan Publik Tahun 2025 sebagai forum berbagi pengalaman dan penguatan kebijakan inovasi pelayanan publik antar daerah.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyampaikan apresiasi kepada jajaran pelayanan kesehatan dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan inovasi KARDI SARAS.
“KARDI SARAS merupakan inovasi pelayanan publik yang lahir dari kebutuhan riil masyarakat dan mampu menjawab tantangan penanganan stunting secara terintegrasi,” ujar Annisa, Jumat (8/1/2025).
Ia mengungkapkan pemanfaatan teknologi digital berbasis QR Code dalam KARDI SARAS memperkuat literasi gizi keluarga, pemantauan tumbuh kembang balita, serta pendampingan pola asuh secara berkelanjutan.
Annisa menyebutkan bahwa capaian penghargaan tingkat nasional tersebut merupakan hasil kerja kolektif dan kolaborasi lintas sektor di lingkungan Pemkab Dharmasraya.
Annisa tidak lupa mengapresiasi inovator KARDI SARAS yaitu dr Abdurrahman dari UPT Puskesmas Sungai Rumbai, yang dinilai berhasil menghadirkan solusi konkret dan aplikatif dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Ia menekankan bahwa semangat inovasi yang digaungkan pada peringatan HUT ke-22 Kabupaten Dharmasraya harus diterjemahkan dalam kerja nyata oleh setiap ASN dan unit kerja.
Annisa mendorong seluruh ASN dan unit kerja di lingkungan Pemkab Dharmasraya untuk terus mengembangkan inovasi guna memudahkan pelayanan publik dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Menurut Annisa, inovasi harus menjadi budaya kerja birokrasi agar pelayanan publik semakin cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (*)


















































