Jalur Mudik Terbatas, Sumbar Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Khusus

16 hours ago 14

Langgam.id — Arus mudik Lebaran 2026 di Sumatera Barat diperkirakan meningkat di tengah keterbatasan sejumlah jalur utama yang belum sepenuhnya pulih akibat bencana pada akhir 2025. Mengantisipasi potensi kepadatan, Pemerintah Provinsi Sumbar menyiapkan skema manajemen dan rekayasa lalu lintas secara khusus.

Langkah tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang dihadiri langsung Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Auditorium Gubernuran Sumbar, Kamis (26/2/2026).

Dalam arahannya, Dudy menegaskan bahwa penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya berorientasi pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga harus menjamin keselamatan dan keterlayanan masyarakat.

“Kita ingin masyarakat tetap bisa mudik dengan aman dan nyaman. Koordinasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci,” ujarnya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, tantangan mudik tahun ini tidak ringan. Selain potensi lonjakan jumlah pemudik, kapasitas jalur alternatif yang tersedia juga masih terbatas.

Jalur Lembah Anai masih dalam tahap konstruksi sehingga belum optimal menampung volume kendaraan. Sementara ruas Sicincin–Malalak yang sebelumnya diharapkan menjadi jalur alternatif belum dapat difungsikan karena mengalami kerusakan akibat bencana.

Kondisi tersebut membuat beban kendaraan diperkirakan akan terkonsentrasi di koridor utama Padang–Bukittinggi dan sekitarnya.

“Ruang manuver kita dalam pengaturan lalu lintas menjadi lebih terbatas. Karena itu, langkah antisipatif harus disiapkan lebih awal dan lebih terukur,” kata Mahyeldi.

Ia juga mengingatkan, tekanan lalu lintas tidak hanya terjadi saat puncak arus mudik, tetapi berlanjut selama masa libur Lebaran. Mobilitas masyarakat untuk bersilaturahmi dan berwisata diprediksi meningkat pada H+1 hingga H+5.

Di sisi lain, kondisi geografis Sumbar yang didominasi tanjakan curam, tikungan tajam, serta lereng rawan longsor menuntut pengamanan ekstra demi mencegah kecelakaan.

Sebagai respons, Pemprov Sumbar menyiapkan skema manajemen dan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) pada jam tertentu.

Rencananya, sistem satu arah diberlakukan pukul 10.00–14.00 WIB untuk arus Padang menuju Bukittinggi, dan pukul 14.00–18.00 WIB untuk arus sebaliknya.

Menurut Mahyeldi, kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi kondisi riil di lapangan dan mempertimbangkan pola kepadatan kendaraan pada musim mudik sebelumnya.

“Prinsipnya jelas, keselamatan adalah prioritas, kelancaran mengikuti,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam memastikan kesiapan angkutan Lebaran 2026 di Sumbar.

Rapat koordinasi itu turut dihadiri jajaran direktur jenderal dan deputi di lingkungan Kementerian Perhubungan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumbar, serta kepala organisasi perangkat daerah terkait.

Dengan skema rekayasa lalu lintas yang lebih terukur dan koordinasi lintas sektor yang diperkuat, pemerintah berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Sumbar tetap berjalan aman, tertib, dan terkendali meski di tengah keterbatasan infrastruktur.

Read Entire Article
Pekerja | | | |