Mahyeldi Dorong Lomba Khutbah Jumat dan Azan Tak Sekadar Rebut Piala: Kita Perlu Khatib Muda Berwawasan Luas!

21 hours ago 14

Langgam.id – Lomba khotbah Jumat dan azan tingkat SMA/SMK se-Kota Padang di Masjid Istighfar, Parak Gadang, Ganting, bukan sekadar ajang mencari pemenang. Kegiatan yang diikuti 55 tim pelajar itu diarahkan menjadi ruang pembinaan untuk menyiapkan calon khatib, penceramah, dan muazin muda.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah saat membuka lomba yang digelar Pengurus Masjid Istighfar bersama Musala Baitul Huda, Sabtu (22/8/2026).

Mahyeldi mendorong pengurus masjid dan musala terus mengambil peran dalam membina generasi muda, khususnya dalam menyiapkan kader yang mampu menyampaikan pesan keagamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan seperti lomba khotbah dan azan dapat menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan khatib dan penceramah muda di Sumatera Barat.

“Kegiatan ini bisa menjawab kekurangan penceramah, kekurangan khatib. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus kita dukung,” ujar Mahyeldi.

Ia mengatakan, khotbah Jumat memiliki peran penting sebagai sarana edukasi sekaligus pembinaan moral masyarakat. Karena itu, diperlukan lebih banyak khatib muda yang memiliki wawasan luas dan mampu menyampaikan pesan agama secara sejuk serta mudah diterima berbagai kalangan.

“Kita membutuhkan sosok-sosok khatib muda yang berwawasan luas, menyampaikan dakwah secara sejuk, serta mampu membawa pesan kedamaian dan kemajuan bagi Ranah Minang,” katanya.

Mahyeldi menegaskan, pembinaan generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pengurus masjid dan musala, Kementerian Agama, tokoh agama, sekolah, orang tua, serta pemerintah daerah perlu bersinergi dalam memberikan bekal keagamaan dan kemampuan menghadapi perkembangan zaman.

Kepada para peserta, Mahyeldi berpesan agar lomba diikuti dengan niat yang baik. Ia meminta para pelajar tidak menjadikan piala dan gelar juara sebagai tujuan utama, melainkan menjadikan perlombaan sebagai kesempatan untuk belajar, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengasah kemampuan menyampaikan pesan kebaikan.

“Bulatkan niat karena Allah SWT. Tampilkan kemampuan terbaik, bukan semata-mata demi mengejar juara, melainkan sebagai wujud bakti dan syiar agama,” pesannya.

Ia berharap lomba tersebut dapat melahirkan pelajar yang berani tampil di tengah masyarakat serta mampu menyampaikan dakwah dengan santun dan berwawasan tanpa menimbulkan perpecahan.

Perhatian Mahyeldi juga tertuju pada lomba azan. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan muazin dengan kualitas suara yang baik, tetapi juga memiliki keikhlasan dalam mengumandangkan panggilan salat.

“Melalui lomba ini, kita berharap lahir muazin-muazin berjiwa ikhlas dengan lantunan suara yang menggetarkan hati masyarakat untuk meramaikan rumah Allah,” ujarnya.

Mahyeldi kemudian secara resmi membuka perlombaan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda, panitia, peserta, serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. (ICA)

Read Entire Article
Pekerja | | | |