Manajemen Bank Nagari Beri Klarifikasi Soal Kebijakan Uang Akhir Tahun bagi Pegawai

17 hours ago 12

Langgam.id — Manajemen Bank Nagari menegaskan bahwa penyesuaian sejumlah kebijakan internal pegawai, termasuk Uang Akhir Tahun (UAT) dan Jaminan Hari Tua (JHT), dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap ketentuan regulator. Kebijakan tersebut diambil secara korporasi dengan tetap mengedepankan kesejahteraan pegawai.

Direktur Operasional Bank Nagari Zilfa Efrizon menjelaskan, penyesuaian kebijakan UAT dilakukan setelah adanya evaluasi internal dan temuan audit eksternal yang merekomendasikan agar sistem remunerasi diselaraskan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 45 Tahun 2015.

“Penyesuaian kebijakan Uang Akhir Tahun dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan temuan audit eksternal yang meminta agar kebijakan remunerasi disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Kebijakan ini diambil secara korporasi dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan,” ujar Zilfa, dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (5/2/2026).

Terkait program Jaminan Hari Tua, Zilfa menegaskan bahwa Bank Nagari telah melaksanakan kewajiban pembayaran premi sesuai dengan perjanjian yang disepakati. Adapun kendala yang terjadi dalam proses pembayaran klaim JHT bersumber dari permasalahan likuiditas pada pihak asuransi.

“Permasalahan tersebut terus kami komunikasikan dan diupayakan penyelesaiannya sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Zilfa.

Ia menambahkan, manajemen Bank Nagari senantiasa memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pegawai dengan tetap berorientasi pada ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, Zilfa menyampaikan bahwa manajemen juga mendukung dan mendorong pembentukan kepengurusan baru Forum Komunikasi Pegawai Bank Nagari (FKPBN). Forum tersebut diketahui tidak aktif sejak 2017 seiring purnatugasnya sejumlah pengurus inti serta dampak pandemi Covid-19.

Menurut Zilfa, keberadaan FKPBN penting sebagai wadah penyaluran aspirasi pegawai secara konstruktif, sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan pegawai. Forum ini diharapkan mampu memperkuat iklim kerja yang kondusif, produktif, dan berkelanjutan.

“Ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membangun hubungan industrial yang sehat, dialogis, dan berkeadilan,” ujarnya.

Penegasan komitmen terhadap tata kelola dan kesejahteraan pegawai tersebut sejalan dengan kinerja Bank Nagari sepanjang 2025. Di tengah tekanan ekonomi dan tantangan sektor keuangan, Bank Nagari tetap mampu menjaga kinerja bisnis dengan total aset mencapai lebih dari Rp32 triliun hingga akhir 2025. Penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga juga tumbuh secara terjaga, mencerminkan kepercayaan nasabah yang tetap solid.

Dari sisi profitabilitas, Bank Nagari membukukan laba bersih sebesar Rp493,74 miliar pada 2025. Meski terkoreksi dibandingkan tahun sebelumnya, capaian tersebut dinilai mencerminkan ketahanan kinerja perseroan di tengah pengetatan likuiditas dan meningkatnya biaya dana di industri perbankan.

Manajemen Bank Nagari menilai, penguatan tata kelola internal, kepatuhan terhadap regulasi, serta hubungan industrial yang sehat menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan ke depan.

Read Entire Article
Pekerja | | | |