Langgam.id — Dua insan karate asal Sumatera Barat kembali mengharumkan nama Indonesia di level internasional. Dr. Septri dan Martinel Prihastuti mendapat kesempatan ambil bagian dalam rangkaian 10th South Asian Karate Championship dan 2nd Under-14 South Asia Karate Cup yang digelar di Dhaka, Bangladesh, pada 15–19 Juli 2026.
Dr. Septri dipercaya memimpin pertandingan sebagai wasit berlisensi Asian Karate Federation (AKF). Penugasan tersebut menjadi bagian dari kewajiban wasit AKF untuk memimpin sedikitnya satu kejuaraan internasional setiap tahun guna mempertahankan kompetensi dan lisensi yang dimiliki.
Kepercayaan itu sekaligus menjadi pengakuan terhadap kualitas perwasitan karate asal Sumatera Barat yang mampu bersaing di tingkat Asia. Dalam kejuaraan tersebut, Septri akan memimpin pertandingan yang diikuti karateka dari berbagai negara di kawasan Asia Selatan.
Sementara itu, Martinel Prihastuti mengikuti AKF Referee and Coaches Course and Examination sebagai tahapan untuk memperoleh lisensi wasit AKF.
Martinel merupakan mantan atlet nasional yang telah mengukir prestasi gemilang dengan menyumbangkan medali emas bagi Indonesia pada SEA Games 2007, 2009, dan 2012. Kini, ia berupaya melanjutkan pengabdiannya di dunia karate melalui jalur perwasitan internasional.
“Mohon doa restunya. Semoga saya dapat menjalankan tugas dengan baik sebagai wasit internasional,” ujar Septri sebelum bertolak ke Dhaka dari Ranah Minang, Senin (13/7/2026).
Hal senada disampaikan Martinel yang berharap dapat melewati ujian lisensi dengan hasil terbaik.
“Saya juga mohon doa agar sukses meraih lisensi AKF,” katanya.
Kejuaraan Karate Asia Selatan 2026 di Dhaka mempertemukan atlet kategori kadet, junior, U-21, senior, hingga Piala U-14 Asia Selatan. Ajang tersebut juga menjadi wadah peningkatan kapasitas wasit dan pelatih di bawah naungan Asian Karate Federation (AKF) dan World Karate Federation (WKF).
Keikutsertaan Dr. Septri dan Martinel Prihastuti diharapkan semakin memperkuat kiprah Sumatera Barat dan Indonesia dalam dunia perwasitan karate internasional, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak wasit berstandar Asia dari Ranah Minang. (HER)















































