Langgam.id — Sebanyak 311 pelajar SMA dan SMK dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat ambil bagian dalam Lomba Video dan Lagu Pasan Buruang 2026. Kompetisi yang mengangkat pesan pelestarian lingkungan melalui seni dan budaya Minangkabau itu mendapat antusiasme tinggi dari kalangan generasi muda.
Grand final lomba digelar di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Jumat (5/6/2026) malam, dan dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.
Mahyeldi mengatakan, lomba tersebut tidak sekadar menjadi ajang pencarian bakat, tetapi juga sarana edukasi untuk menanamkan kesadaran menjaga lingkungan melalui karya seni yang dekat dengan kehidupan masyarakat Minangkabau.
“Melalui lomba ini kita ingin menginternalisasikan pesan-pesan yang terkandung dalam lagu Pasan Buruang. Lagu Minang memiliki kekuatan karena lahir dari alam dan kehidupan masyarakat, sehingga sarat nilai dan pelajaran hidup,” ujar Mahyeldi.
Menurut dia, seni dan budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, pelajar perlu didorong untuk tidak hanya menjadi penikmat seni, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang mengandung pesan sosial dan lingkungan.
Mahyeldi menilai pesan pelestarian alam yang terkandung dalam lagu Pasan Buruang semakin relevan dengan kondisi Sumatera Barat yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menghadapi bencana banjir dan longsor.
“Yang terpenting bukan hanya kemampuan bernyanyi, tetapi bagaimana pesan yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat Habibul Fuadi mengungkapkan, sebanyak 311 peserta mengirimkan karya video penampilan melalui media sosial sebagai tahap awal seleksi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 173 karya dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan substansi. Selanjutnya, dewan juri memilih 50 semifinalis yang tampil langsung dengan iringan musik band sebelum akhirnya menetapkan 10 finalis terbaik.
“Malam ini tampil 10 finalis terbaik, terdiri dari lima putra dan lima putri. Selain itu, kami juga menampilkan 10 karya video terbaik hasil kreativitas siswa-siswi dari berbagai daerah di Sumatera Barat,” ujar Habibul.
Menurut Habibul, tingginya partisipasi pelajar menunjukkan bahwa pendekatan pelestarian lingkungan melalui seni dan budaya mendapat respons positif dari generasi muda.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan karakter sekaligus upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Pada kesempatan itu, Habibul juga mengungkapkan rencana penerapan Gerakan Satu Siswa Satu Pohon yang akan mulai dijalankan pada tahun ajaran mendatang. Program tersebut ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 80.000 pohon yang ditanam setiap tahun oleh siswa SMA dan SMK di Sumatera Barat.
Lomba Video dan Lagu Pasan Buruang merupakan hasil kolaborasi Dinas Pendidikan Sumatera Barat bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan mitra pendukung. Kegiatan tersebut digagas sebagai upaya membangun kesadaran lingkungan melalui pendekatan budaya lokal yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Melalui kompetisi ini, pesan menjaga alam tidak hanya disampaikan lewat kampanye dan sosialisasi, tetapi juga melalui karya seni yang diharapkan mampu menyentuh dan menginspirasi masyarakat luas. (HER)


















































