7 Nagari di Tanah Datar Terima Program Padat Karya Kebencanaan dari Kemenaker

14 hours ago 17

Langgam.id — Sebanyak tujuh nagari di Kabupaten Tanah Datar menerima bantuan Program Padat Karya Penanggulangan Bencana dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI tahun 2026. Program tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat terdampak.

Penyaluran bantuan ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Bantuan Pemerintah Program Pembinaan Ketenagakerjaan Bidang Padat Karya Penanggulangan Bencana Sumatera Tahun 2026 antara Kemenaker dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar di Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Kamis (4/6/2026).

Ketua Tim Bidang Padat Karya Kemenaker RI, Muhammad Ikrar Dinata, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.

Menurut dia, bantuan Program Padat Karya Penanggulangan Bencana tahun ini disalurkan ke tiga daerah di Sumatera Barat, yakni Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Tanah Datar.

“Untuk Sumatera Barat terdapat 20 titik bantuan. Dua titik di Kota Padang, 11 titik di Kabupaten Agam, dan tujuh titik di Kabupaten Tanah Datar,” kata Ikrar.

Ia menjelaskan, setiap lokasi penerima program memperoleh bantuan sebesar Rp100 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk kegiatan pembangunan berbasis padat karya yang melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja.

Khusus untuk Tanah Datar, tujuh titik yang disetujui merupakan hasil seleksi dari 10 usulan yang sebelumnya diajukan pemerintah daerah kepada Kemenaker.

“Kami berharap program ini dapat membantu masyarakat terdampak bencana sekaligus meningkatkan perekonomian mereka melalui kesempatan kerja yang tercipta selama pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.

Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi kepada Kemenaker atas dukungan yang diberikan kepada daerahnya yang masih melakukan pemulihan pascabencana hidrometeorologi.

Menurut dia, program padat karya memiliki manfaat ganda karena tidak hanya memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana, tetapi juga memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.

“Program ini sangat membantu masyarakat. Selain mendukung pembangunan fisik, juga membuka peluang kerja dan menggerakkan kembali aktivitas ekonomi warga,” kata Ahmad Fadly.

Ia meminta seluruh pemerintah nagari penerima bantuan agar melaksanakan program tersebut secara bertanggung jawab dan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Tanah Datar Nusyirwan mengatakan tujuh nagari penerima bantuan akan memanfaatkan dana tersebut untuk pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat.

Dua nagari, yakni Nagari Sawah Tangah dan Nagari Bungo Tanjung, akan menggunakan bantuan untuk pembangunan sarana penyediaan air bersih. Sedangkan lima nagari lainnya, yaitu Nagari Jaho, Nagari Batipuah Baruah, Nagari Tambangan, Nagari Padang Laweh, dan Nagari Saruaso, akan melaksanakan pekerjaan rabat beton.

“Masing-masing nagari menerima bantuan sebesar Rp100 juta yang akan disalurkan langsung melalui rekening nagari untuk mendukung pelaksanaan program padat karya,” kata Nusyirwan.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berharap program tersebut dapat menjadi salah satu instrumen percepatan pemulihan pascabencana sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang melibatkan partisipasi warga secara langsung. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |