Langgam.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengklaim telah menyalurkan lebih dari 20 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan sejak Desember 2025 hingga pertengahan Juni 2026.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap tingginya jumlah titik terdampak kekeringan di Kota Padang. BPBD mencatat sebanyak 6.530 titik terdampak kekeringan sepanjang Januari hingga Juni 2026, menjadikannya dampak bencana paling dominan selama semester pertama tahun ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan kekeringan yang terjadi bukan dipicu musim kemarau, melainkan akibat kerusakan infrastruktur pascabencana yang mengganggu pasokan air ke sejumlah wilayah.
“Data kekeringan itu merupakan dampak pascabencana. Salah satunya karena irigasi Gunung Nago jebol sehingga aliran air ke masyarakat terganggu dan banyak sumur warga tidak lagi mengalir,” kata Hendri, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD secara rutin mengerahkan mobil tangki air ke daerah-daerah terdampak, terutama di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh yang menjadi wilayah dengan kebutuhan air bersih cukup tinggi.
Setiap hari, BPBD mendistribusikan sekitar 80 ribu hingga 100 ribu liter air bersih kepada warga. Penyaluran dilakukan secara berkelanjutan sembari menunggu perbaikan jaringan irigasi dan sumber air yang rusak.
“Yang terdampak sudah kami suplai dengan mobil tangki air. Dalam sehari sekitar 80 ribu sampai 100 ribu liter air bersih kami distribusikan,” ujarnya.
Hendri menyebut total air bersih yang telah disalurkan sejak akhir tahun lalu kini telah melampaui 20 juta liter. Bantuan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah terganggunya akses air bersih.
“Lebih kurang sudah 20 juta liter air bersih yang kami salurkan sejak Desember sampai hari ini,” katanya.
Selain menyalurkan air bersih, BPBD juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana, termasuk jaringan irigasi Gunung Nago yang menjadi salah satu penyebab utama terganggunya pasokan air ke masyarakat.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap bijak menggunakan air serta segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan. (HER)

















































