Daftar Kapolda Sumbar 10 Tahun Terakhir, Ada Teddy Minahasa hingga Djati Wiyoto

10 hours ago 17

Langgam.id – Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Sumatera Barat (Sumbar) kurun waktu 10 tahun belakangan telah beberapa kali berganti. Sejumlah nama jenderal bintang dua menduduki pucuk pimpinan tertinggi kepolisian di Ranah Minang ini. Berikut sosoknya: 

1. Fakhrizal (2016-2019)

Nama pertama muncul dari seorang perwira intelijen kepolisian, yakni Inspektur Jenderal (Irjen) Fakhrizal. Ia merupakan putra Minang asal Kamang Mudik, Kamang Magek, Kabupaten Agam. 

Fakhrizal mulai jabat Kapolda Sumbar pada 22 Desember 2016. Ia merupakan lulusan akademi kepolisian 1986. 

Pada 6 Desember 2019, melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/3229/XII/KEP/2019, Fakhrizal dimutasi dari Kapolda Sumbar menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri. 

Ia resmi pensiun dari kepolisian pada 2020. Kemudian terjun dunia politik hingga maju sebagai calon gubernur Sumbar bersama Genius Umar, Wali Kota Pariaman.

Pilgub usai, Fakhrizal resmi masuk PDI Perjuangan. Ia kembali mencoba keberuntungan dengan maju sebagai Caleg DPR RI Dapil I Sumbar. Hanya saja, ia kembali tidak mendapatkan kursi.  

2. Toni Harmanto (2019-2021)

Sosok Kapolda Sumbar selanjutnya adalah Irjen Toni Harmanto, muncul untuk menggantikan Fakhrizal. Toni, lulusan akademi kepolisian 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse. 

Toni kurang lebih menjabat Kapolda Sumbar selama dua tahun. Setelah itu, ia digeser jadi Kapolda Sumatera Selatan.  

3. Teddy Minahasa Putra (2021-2022) 

Selanjutnya, nama Teddy Minahasa Putra ditunjuk jadi Kapolda Sumbar 25 Agustus 2021. Ketika menjabat, lulusan akademi kepolisian 1993 ini bahkan sempat mendapat gelar kehormatan adat Tuanku Bandaro Alam Sati dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar. 

Sayangnya, di pengujung jabatannya sebagai Kapolda Sumbar, Teddy tersangkut kasus narkoba. Pada 14 Oktober 2022, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan, telah memerintahkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) untuk menangkap Teddy. 

Ia terjerat kasus jaringan peredaran gelap narkoba jenis sabu seberat 5 kilogram. Polda Metro Jaya menetapkan Teddy sebagai tersangka peredaran gelap obat-obatan terlarang tersebut.

Teddy kini telah dipecat dari kepolisian. Ia divonis dengan hukuman penjara seumur hidup sesuai dengan amar putusan PN Jakbar. 

4. Suharyono (2022-2024)

Nama Irjen Pol Suharyoni lalu muncul menggantikan Teddy. Lulusan terbaik akdemi kepolisian 1992 (Adhi Makayasa) ini memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse dan intelijen. 

Suharyono juga sempat menjadi perbincangan. Mungkin ia Kapolda Sumbar satu-satunya yang sujud ketika pertama kali tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). 

Alasan Suharyono, karena ini merupakan kali pertama ia menginjakkan kaki di Ranah Minang sebagai Kapolda Sumbar.  Ia mengaku sangat terkesan dan bersyukur karena masyarakat Sumbar dikenal sangat agamis dan religius

Selama memimpin Polda Sumbar, Suharyono menghadapi dan menangani berbagai peristiwa besar, termasuk penanganan bencana erupsi Gunung Marapi dan insiden keamanan di wilayah hukumnya. 

Akhir masa jabatannya, ia sempat diwarnai sorotan atas kasus penembakan polisi tembak polisi yakni Kasat Reskrim Polres Solok Selatan oleh Kabag Ops. 

Suharyono lalu memasuki masa pensiun pada akhir 2024, 

5. Gatot Tri Suryanta (2024-2026) 

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri pada 29 Desember 2024, Kapolda Sumbar baru adalah Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menggantikan Suharyono. Gatot lulusan akdemi kepolisian 1991, satu angkatan denga kapolri.  

Selama jabat kapolda, Gatot cukup berhasil menekan aksi balap liar hingga tawuran. Ia juga megagas gerakan subuh berjamaah (GSB),  merupakan program keagamaan. 

Program ini bertujuan untuk memperkuat keimanan, membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat, serta mendukung pembinaan akhlak.

Namun di akhir masa jabatannya, Gatot menjadi sorotan. Apalagi, dengan maraknya aktivitas pertambangan emas ilegal. Ponton-ponton hanyut hingga insiden sembilan orang meninggal di lokasi tambang Kabupaten Sijunjung.  

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (walhi) Sumbar telah memberikan rapor merah kepada kepolisian di bawah kepemimpinan Gatot selaku Kapolda Sumbar. Rapor merah ini bentuk lembahnya kepolisian dalam penegakan hukum di sektor kejahatan ligkungan.

6. Djati Wiyoto Abadhy (2026)

Terakhir, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy ditunjuk jadi kapolda baru Sumbar untuk menggantikan Gatot. Mutasi ini usai terbitnya surat telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo nomor: ST/960/V/KEP/2026 tertanggal 7 Mei 2026.

Serah terima jabatan (sertijab) Kapolda Sunbar belum dilakukan kapolri, dari Djati ke Gatot. Namun, tugas persoalan tambang emas ilegal sudah menanti Djati.  

Belum juga resmi menginjakkan kaki di Tanah Minang, Irjen Djati sudah disambut dengan surat terbuka dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi Sumbar).  Isinya tegas, aparat kepolisian diminta tak lagi setengah hati dalam menegakkan hukum kejahatan lingkungan. 

Lulusan akademi kepolisian 1991 ini langsung mendapat surat terbuka dari Walhi Sumbar. Surat tersebut bukan sekadar kritik, tapi sinyal bahwa publik sudah gerah melihat aktivitas pertambangan emas tanpa izin yang terus beroperasi seolah “kebal hukum”. 

Di sinilah ujian sesungguhnya bagi  Djati selaku Kapolda Sumbar yang baru. Publik menunggu langkah konkret penindakan tegas, pembongkaran jaringan, hingga keberanian menyentuh aktor-aktor besar di balik bisnis ilegal ini. Walhi Sumbar akan memantau 100 hari kerja Djati sebagai Kapolda Sumbar yang baru. (WAN) 

Read Entire Article
Pekerja | | | |