Dosen UNP Dorong UMKM Agam Naik Kelas Lewat Teknologi Digital

4 hours ago 14

Langgam.id— Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang (UNP) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Agam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Dorongan tersebut dilakukan melalui Program Integrasi Program Studi dan Nagari (PIPN) bertajuk Mengembangkan Potensi Lokal Berbasis Digital pada UMKM di Kabupaten Agam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu digelar pada 28–29 Juli 2026 di Lubuk Basung.

Program ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, terutama dalam memanfaatkan marketplace dan media sosial untuk mengembangkan serta memasarkan produk berbasis potensi lokal.

Kegiatan diketuai Dr. Gesit Tabrani, ST., MT., dengan anggota tim seluruh dosen Program Studi Bisnis Digital FEB UNP. Sebanyak 20 pelaku UMKM dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam menjadi peserta pelatihan dan pendampingan.

Pelaku UMKM di Kabupaten Agam memiliki beragam produk yang bersumber dari potensi lokal. Namun, kemampuan pengelolaan usaha dan pemasaran secara digital masih perlu diperkuat.

Salah satu persoalan yang ditemukan adalah masih terbatasnya kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan marketplace dan media sosial sebagai sarana pemasaran. Keterampilan membuat konten promosi yang menarik juga menjadi tantangan.

Kondisi itu membuat pemasaran produk UMKM masih cenderung terbatas di pasar lokal. Padahal, perkembangan marketplace dan media sosial membuka peluang bagi produk daerah untuk menjangkau konsumen di luar Kabupaten Agam.

“Pengembangan potensi lokal tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk yang berkualitas. Pelaku UMKM juga perlu memiliki kemampuan untuk mengomunikasikan dan memasarkan produknya melalui platform digital agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Ketua Program Studi Bisnis Digital FEB UNP, Rahmiati, SE., M.Sc, Senin (17/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Agam, Hamdi, ST., M.Eng. Ia mengapresiasi pelaksanaan pengabdian yang dilakukan Program Studi Bisnis Digital FEB UNP.

Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kapasitas pelaku UMKM di Kabupaten Agam, khususnya dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.

Pembukaan kegiatan sekaligus menandai dimulainya rangkaian pelatihan dan pendampingan bagi 20 pelaku UMKM.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan pendampingan melalui dua program utama, yakni pemanfaatan marketplace dan pelatihan pembuatan konten promosi digital.

Peserta dibimbing membuat dan mengelola akun toko online, mengunggah produk, membuat foto produk, hingga menyusun deskripsi produk yang informatif dan menarik.

Sementara itu, pelatihan konten promosi digital mencakup teknik fotografi produk menggunakan smartphone, pembuatan video promosi pendek, copywriting, serta desain konten digital.

Peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkannya menggunakan produk masing-masing.

Pelatihan berlangsung selama dua hari dengan metode pemberian materi, workshop, praktik bersama instruktur, dan pendampingan individual.

Pendekatan praktik menjadi bagian penting agar peserta dapat langsung menghasilkan perangkat pemasaran digital yang bisa digunakan untuk mengembangkan usahanya.

Hasil kegiatan menunjukkan perkembangan positif. Sekitar 80 persen peserta telah mampu membuat dan mengelola akun toko online, termasuk mengunggah produk serta memanfaatkan marketplace dan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Sementara itu, lebih dari 85 persen peserta mampu menghasilkan konten promosi digital secara mandiri.

Konten yang dihasilkan antara lain foto produk, video promosi pendek, caption promosi, hingga desain atau poster digital.

Capaian tersebut menunjukkan pelatihan tidak sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga meningkatkan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan pelaku UMKM.

Program pengabdian tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Tim Bisnis Digital FEB UNP melanjutkan pendampingan melalui monitoring ke tempat usaha peserta.

Monitoring dilakukan untuk melihat penerapan hasil pelatihan sekaligus mengidentifikasi kendala yang masih dihadapi pelaku UMKM.

Pendampingan juga dilakukan secara daring melalui grup WhatsApp. Grup tersebut menjadi ruang komunikasi antara tim pengabdian dan peserta untuk berbagi informasi, berkonsultasi, serta mendapatkan bantuan ketika menghadapi kendala dalam mengelola marketplace maupun membuat konten promosi.

Melalui program tersebut, Program Studi Bisnis Digital FEB UNP berharap pelaku UMKM di Kabupaten Agam tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan mengemas, mempromosikan, dan memasarkannya secara lebih kompetitif.

Sinergi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM diharapkan dapat mendorong produk-produk lokal Agam menembus pasar yang lebih luas.

Program ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi Program Studi Bisnis Digital FEB UNP dalam menerapkan kompetensi akademik untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan mengembangkan UMKM berbasis potensi lokal. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |