Langgam.id – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyebut sebanyak 20.558 guru di Sumbar telah tersertifikasi. Jumlah tersebut menjadi salah satu modal dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Hal itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Sumbar Teacher Summit 2026–Seminar dan Workshop Pendidikan “Energy of Teacher” di Padang, Kamis (13/8/2026).
Menurut Mahyeldi, guru memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menyiapkan generasi penerus yang berilmu, berkarakter, percaya diri dan berdaya saing.
“Guru adalah energi penggerak pendidikan. Guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, menumbuhkan kepercayaan diri, dan menyiapkan generasi yang berilmu serta berdaya saing,” ujar Mahyeldi.
Ia mengatakan, berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar per Mei 2025, sebanyak 20.558 guru telah tersertifikasi. Selain itu, sekitar 96,6 persen guru di Sumbar telah memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1/D4.
Di sisi lain, terdapat sekitar 18.386 guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan 2.540 guru honorer.
Mahyeldi menilai capaian tersebut menunjukkan Sumbar memiliki modal yang cukup kuat untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. Namun, pemerintah juga menghadapi tantangan regenerasi tenaga pendidik.
Sekitar 39,1 persen guru diproyeksikan memasuki masa pensiun dalam empat hingga lima tahun mendatang. Kondisi itu dinilai membutuhkan perhatian serius agar keberlanjutan tenaga pendidik tetap terjaga.
“Ini menuntut perhatian serius terhadap regenerasi guru sekaligus keberlanjutan peningkatan kompetensi tenaga pendidik,” katanya.
Selain jumlah guru tersertifikasi, Mahyeldi menyebut Sumbar juga memiliki 1.548 Guru Penggerak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.078 guru telah memenuhi syarat menjadi kepala sekolah dan 174 Guru Penggerak telah dipercaya menduduki posisi kepala sekolah.
Ia menilai potensi guru harus terus dikembangkan melalui berbagai wadah, seperti Komunitas Belajar, MGMP, MKKS, Rumah Pendidikan dan ruang kolaborasi lainnya.
“Semangat dari Teacher Summit ini jangan berhenti di forum, tetapi dibawa kembali ke sekolah dan diwujudkan dalam aksi nyata di ruang kelas,” tegasnya.
Mahyeldi juga mengingatkan guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) serta perubahan dunia kerja.
Menurutnya, teknologi dapat membantu menyediakan informasi dan memperluas akses pengetahuan. Namun, peran guru dalam membangun cara berpikir, karakter, nilai dan keteladanan tetap tidak tergantikan.
“Kita ingin generasi Sumatera Barat mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga menerima Piagam Penghargaan dari Indonesia Inspiring Teacher sebagai Tokoh Inspiratif Pendidikan atas pengabdian dan dedikasinya dalam dunia pendidikan.
Sumbar Teacher Summit 2026 berlangsung pada 13–14 Agustus 2026 dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A. Kegiatan tersebut diikuti Kacabdin, Ketua MKKS, serta guru SMA, SMK dan SLB se-Sumbar. (HER)


















































