Langgam.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan perannya sebagai penyedia transportasi massal rendah emisi yang mendukung upaya pengurangan karbon di sektor transportasi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan layanan transportasi berbasis rel, pemanfaatan energi baru terbarukan, serta berbagai program efisiensi energi yang diterapkan di lingkungan operasional perusahaan.
Sebagai moda transportasi massal, kereta api dinilai memiliki keunggulan dalam mendukung mobilitas berkelanjutan. Dibandingkan kendaraan pribadi, kereta api mampu mengangkut lebih banyak penumpang dengan konsumsi energi yang lebih efisien sehingga menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah.
Secara rata-rata, emisi kereta api berada pada kisaran 30 hingga 40 gram CO₂ per penumpang per kilometer. Angka tersebut jauh di bawah kendaraan pribadi yang dapat menghasilkan emisi sekitar 150 hingga 200 gram CO₂ per penumpang per kilometer. Dengan tingkat efisiensi tersebut, penggunaan kereta api mampu menekan emisi karbon hingga sekitar 75 persen dibandingkan kendaraan pribadi.
Dampak positif tersebut tercermin dari tingginya penggunaan layanan kereta api di Sumbar. Sepanjang 2025 hingga Mei 2026, KAI Divre II Sumbar telah melayani sebanyak 2.891.915 pelanggan. Jumlah itu diperkirakan berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sekitar 10.000 ton CO₂ dibandingkan apabila perjalanan dilakukan menggunakan kendaraan pribadi.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, tetapi juga berkontribusi dalam upaya pengendalian emisi di sektor transportasi.
Di sisi lain, KAI Divre II Sumbar juga terus memperluas pemanfaatan energi ramah lingkungan. Sejak Desember 2024, perusahaan telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Stasiun Padang dengan kapasitas terpasang sebesar 40,7 kWp.
Pemanfaatan energi surya tersebut menjadi langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pada energi konvensional sekaligus mendukung transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Pengembangan serupa juga tengah dipersiapkan di Depo dan Kantor Divre II Sumbar serta Mess KAI Padang sebagai bagian dari perluasan penggunaan energi baru terbarukan di lingkungan kerja perusahaan.
Keberadaan PLTS tersebut memberikan manfaat lingkungan yang signifikan. Dampaknya setara dengan penanaman sekitar 570 pohon dan berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 366 ton CO₂ setiap tahun. Selain itu, penggunaan energi surya turut mendukung efisiensi operasional melalui pengurangan konsumsi listrik dari sumber energi konvensional.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui program Green Movement. Salah satu implementasinya adalah kebijakan Green Transportation Day yang diterapkan setiap Kamis. Melalui program ini, seluruh pekerja didorong menggunakan moda transportasi ramah lingkungan seperti kereta api, angkutan umum, bersepeda, maupun berjalan kaki saat berangkat dan pulang kerja.
KAI Divre II Sumbar juga terus mengoptimalkan efisiensi energi melalui penggunaan lampu LED hemat energi pada berbagai fasilitas operasional, pengelolaan konsumsi daya listrik yang lebih efektif, serta peningkatan efisiensi perjalanan kereta api guna mendukung penghematan bahan bakar.
Langkah-langkah tersebut sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong dekarbonisasi sektor transportasi, di mana penguatan transportasi publik berbasis rel menjadi salah satu strategi utama untuk mewujudkan sistem transportasi rendah emisi yang berkelanjutan.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran transportasi publik dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Transportasi berbasis rel merupakan salah satu solusi mobilitas berkelanjutan yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan. Melalui penyediaan layanan transportasi massal rendah emisi, pemanfaatan energi hijau, serta penerapan berbagai program keberlanjutan lainnya, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mendukung terwujudnya masa depan transportasi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Reza dalam keterangan tertulis yang diterima Langgam, Sabtu (6/6/2026).
Ke depan, KAI Divre II Sumbar akan terus memperkuat transformasi hijau di sektor transportasi melalui peningkatan layanan yang semakin efisien, modern, aman, dan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia sekaligus menghadirkan layanan transportasi publik yang memberi manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. (ICA)


















































