Panen buah tandan sawit di Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, teronggok di jalan, beberapa waktu lalu. Enam bulan terakhir, petani sawit di sana diwajibkan menjual sawit ke peron Koperasi Serba Usaha Air Bangis Semesta (KSU ABS). Foto: Dharma Harisa/Langgam.id
Langgam.id – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya masih bertahan pada level yang cukup baik. Berdasarkan pemantauan Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya per Minggu (14/6/2026), harga rata-rata TBS sawit mencapai Rp 3.387 per kilogram.
Harga tersebut dihimpun dari laporan delapan pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Kabupaten Dharmasraya dan melaporkan harga pembelian TBS kepada pemerintah daerah.
Data Dinas Pertanian mencatat harga tertinggi berada di level Rp 3.684 per kilogram yang ditetapkan PT AWB atau sesuai harga Disbun. Sementara harga terendah tercatat sebesar Rp 3.290 per kilogram yang dibeli oleh PT DSL.
Dengan demikian, terdapat selisih harga sebesar Rp 394 per kilogram antara PKS yang menawarkan harga tertinggi dan terendah kepada petani.
Selain harga TBS, harga brondolan sawit juga masih berada pada level yang tinggi. PT DSL tercatat membeli brondolan petani dengan harga Rp 3.950 per kilogram.
Beberapa perusahaan yang membeli TBS di atas harga rata-rata antara lain PT AWB dengan harga Rp 3.684 per kilogram, PT HKI sebesar Rp 3.410 per kilogram, dan PT DL sebesar Rp 3.410 per kilogram. Sementara sejumlah perusahaan lainnya membeli TBS pada kisaran Rp 3.295 hingga Rp 3.325 per kilogram.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya melalui data pemantauan harian menyebutkan seluruh PKS yang terdaftar telah melaporkan harga pembelian TBS pada periode tersebut. Dari total delapan PKS yang terdata, tidak ada perusahaan yang belum menyampaikan laporan harga.
Meski demikian, terdapat dua PKS yang dilaporkan tidak menerima buah masyarakat pada hari pemantauan.
Harga rata-rata yang masih berada di atas Rp 3.300 per kilogram menjadi kabar positif bagi petani sawit di Dharmasraya. Pasalnya, komoditas kelapa sawit masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat dan sumber pendapatan bagi ribuan kepala keluarga di daerah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terus melakukan pemantauan harga TBS secara berkala sebagai upaya menjaga transparansi informasi pasar dan memberikan kepastian kepada petani dalam menjual hasil panennya.
Dengan harga rata-rata Rp 3.387 per kilogram, kondisi pasar sawit di Dharmasraya dinilai masih relatif stabil, meski perbedaan harga antar PKS tetap menjadi perhatian agar petani dapat memperoleh harga yang lebih kompetitif dan menguntungkan. (HER)

















































