Langgam.id – PT Hutama Karya melalui anak perusahaan PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) mencatat progres pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik telah mencapai 18,75 persen hingga 25 Mei 2026. Proyek yang berada di jalur Padang-Solok itu diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan keselamatan transportasi pada salah satu ruas jalan paling menantang di Sumatera Barat.
Perkembangan proyek tersebut dipaparkan saat kunjungan kerja Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris bersama sejumlah kementerian dan lembaga ke lokasi pembangunan Flyover Panorama I pada Jumat (5/6/2026).
Selain progres fisik yang mendekati 19 persen, HPSL juga melaporkan bahwa proses pengadaan lahan untuk proyek tersebut telah tuntas 100 persen. Penyelesaian lahan dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat tahapan konstruksi berikutnya.
Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris mengatakan, Flyover Panorama I merupakan salah satu proyek prioritas yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada koridor Padang-Solok.
“Flyover Panorama I memiliki peran penting dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada koridor Padang-Solok sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana serta memperoleh dukungan yang diperlukan agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” kata Abdul Malik, dikutip Senin (8/6/2026).
Jalur Sitinjau Lauik selama ini dikenal sebagai salah satu ruas jalan dengan kondisi geometrik yang cukup ekstrem. Tanjakan dan turunan curam serta tikungan tajam menjadikan kawasan tersebut memiliki tingkat risiko kecelakaan yang relatif tinggi, terutama bagi kendaraan angkutan barang.
Karena itu, pembangunan flyover di kawasan tersebut dipandang sebagai upaya jangka panjang untuk menghadirkan akses transportasi yang lebih aman sekaligus memperlancar arus logistik yang menghubungkan Kota Padang dengan wilayah Solok dan sekitarnya.
Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik Michael Arthur Paulus Rumenser mengatakan, Flyover Panorama I merupakan tahap awal dari pengembangan koridor Sitinjau Lauik yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan.
Menurut dia, proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan konektivitas transportasi.
“Kehadiran proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan dan efisiensi perjalanan, tetapi juga menjadi pengungkit bagi pengembangan koridor Sitinjau Lauik secara bertahap dan terintegrasi, termasuk mendukung rencana pembangunan Flyover Panorama II pada masa mendatang,” ujar Michael.
Ia menambahkan, dukungan seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar proyek dapat berjalan sesuai target dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Pemerintah berharap keberadaan Flyover Panorama I nantinya mampu mengurangi risiko kecelakaan di jalur Sitinjau Lauik sekaligus memperkuat konektivitas transportasi di Sumatera Barat. Selain mendukung mobilitas masyarakat, proyek tersebut juga diproyeksikan memperlancar distribusi logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. (HER)


















































