May Day 2026: Presiden Umumkan Kebijakan Perlindungan Buruh yang Mengharukan

1 month ago 30

JAKARTA - Perayaan Hari Buruh Internasional 2026 pada 1 Mei di Jakarta dipenuhi gelora semangat. Ribuan buruh dari penjuru negeri berkumpul, menjadikan momen ini saksi bisu perjuangan hak pekerja yang tak pernah padam. Kehadiran Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo  Subianto secara langsung di tengah lautan massa buruh tidak hanya disambut gegap gempita, tetapi juga menjadi simbol kedekatan emosional antara pemimpin bangsa dan rakyat pekerja.

Presiden, dengan senyum hangat, tampak berinteraksi langsung, menjabat tangan, dan menyimak aspirasi para pekerja. Suasana keakraban terjalin, membuktikan bahwa suara buruh didengar dan dihargai.

“Hari ini adalah hari perjuangan. Saudara-saudara bekerja dengan keringat dan kejujuran demi keluarga, itu adalah kemuliaan, ” ujar Presiden di hadapan ribuan peserta.

Menegaskan komitmennya, Presiden mengumumkan penandatanganan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2026. Kebijakan ini dirancang khusus untuk memberikan benteng pertahanan bagi para buruh dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), menawarkan rasa aman dan kepastian di tengah ketidakpastian ekonomi.

Lebih lanjut, pemerintah merilis Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang secara spesifik melindungi para pekerja transportasi online. Perusahaan aplikasi kini memiliki kewajiban memberikan jaminan sosial esensial, termasuk BPJS Kesehatan dan perlindungan kecelakaan kerja, serta skema pembagian pendapatan yang lebih berkeadilan.

Presiden tak lupa menyampaikan apresiasi tulus kepada seluruh elemen pekerja buruh, petani, nelayan yang telah menjadi tulang punggung pembangunan bangsa. Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk kepentingan rakyat, terutama mereka yang masih berjuang melawan kesulitan ekonomi, akan terus menjadi prioritas utamanya.

“Saya berdiri di sini karena dukungan saudara-saudara. Pemerintah tidak akan gentar dalam membela kepentingan rakyat, ” tegasnya.

Selain pidato kenegaraan, May Day 2026 juga diwarnai aksi solidaritas yang menyentuh, pertunjukan seni yang membangkitkan semangat, dan orasi inspiratif dari para perwakilan serikat pekerja. Suasana tertib dan penuh motivasi menjadikan perhelatan ini sebagai ajang konsolidasi yang kuat bagi pergerakan buruh di Indonesia.

Momen istimewa ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah dan pekerja, demi merajut kebijakan yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan, keadilan, dan perlindungan tenaga kerja di masa depan yang lebih cerah. (AG)

Read Entire Article
Pekerja | | | |