Wamenaker Apresiasi Komitmen IMIP Bangun Budaya K3, Dukung Penguatan Keselamatan Kerja di Kawasan Industri

23 hours ago 7

MOROWALI, Sulawesi Tengah– Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor, mengapresiasi komitmen PT Indonesia Morowali Industrial Park dalam membangun dan memperkuat budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di kawasan industri. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara pengelola kawasan, perusahaan tenant, dan pemerintah menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.

Apresiasi tersebut disampaikan Afriansyah saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Safety Culture" yang diikuti 21 perwakilan perusahaan tenant di kawasan IMIP pada akhir Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi budaya keselamatan kerja di seluruh kawasan industri berbasis hilirisasi nikel itu.

Dalam sambutannya, Afriansyah menilai hubungan industrial antara PT IMIP dan seluruh tenant telah berjalan dengan baik. Karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan siap memberikan dukungan agar sinergi tersebut terus diperkuat melalui kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan dan penerapan sistem K3 secara konsisten.

"Prinsipnya, ketika industri dan dunia usaha menjalankan regulasi dengan sebaik-baiknya, kami akan mendukung. Kolaborasi IMIP bersama seluruh tenant di kawasan, serta jajaran stakeholder pemerintahan mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi, khususnya di Sulawesi Tengah, sudah berjalan baik, " ujar Afriansyah.

Ia menjelaskan bahwa industri pengolahan dan hilirisasi nikel memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Oleh sebab itu, penerapan sistem K3 harus menjadi prioritas utama di seluruh lini operasional perusahaan. Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki budaya keselamatan kerja yang matang cenderung memiliki angka kecelakaan kerja yang lebih rendah.

Afriansyah menegaskan bahwa transformasi budaya keselamatan tidak cukup hanya melalui aturan dan prosedur, tetapi harus tertanam dalam nilai-nilai perusahaan, perilaku seluruh pekerja, hingga praktik kepemimpinan di setiap level organisasi.

"Untuk itu diperlukan transformasi yang lebih mendasar melalui pembentukan budaya keselamatan yang tertanam dalam nilai perusahaan, perilaku kerja karyawan, dan praktik kepemimpinan kita saat ini, " tegasnya.

Sementara itu, manajemen PT IMIP terus menunjukkan komitmennya dalam merevitalisasi dan meningkatkan sistem K3 secara berkelanjutan. Berbagai program dijalankan, mulai dari pelatihan rutin, simulasi keadaan darurat, hingga internalisasi nilai Safety First kepada seluruh pekerja dan perusahaan tenant yang beroperasi di kawasan.

Komitmen tersebut diyakini mampu meningkatkan kematangan budaya keselamatan kerja sekaligus memperkuat pengendalian risiko di lingkungan industri. Dengan budaya K3 yang semakin kuat, perusahaan diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan kerja, mengurangi perilaku tidak aman, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, aman, dan produktif.

Afriansyah juga menegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan akan terus memperkuat pengawasan terhadap implementasi K3 melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan seluruh pemangku kepentingan di kawasan industri IMIP.

"Kemnaker terus fokus melakukan pengawasan K3 dan dimonitor langsung oleh Pemerintah Provinsi, bekerja sama dengan seluruh stakeholder di kawasan IMIP, " pungkasnya.

Read Entire Article
Pekerja | | | |