Langgam.id – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumatera Barat menggelar Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) di Hawker Bistro Padang, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersinergi Membangun Perbulutangkisan Sumatera Barat” itu menjadi momentum menyatukan langkah seluruh pengurus PBSI se-Sumbar dalam menghadapi berbagai agenda pembinaan dan kompetisi ke depan.
Mukerprov dihadiri Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar yang juga Ketua Operating Committee (OC) Persiapan Porprov Sumbar 2026 Septri, Tim Humas KONI Sumbar Agusmanto, Plt Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Sumbar Efri Endriadi Hasan, S.Pd, serta jajaran pengurus PBSI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Ketua Pelaksana Mukerprov, Khairul Pandu, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memfokuskan pembinaan atlet bulutangkis Sumbar, terutama menghadapi Porprov Sumbar 2026 dan berbagai kejuaraan lainnya.
“Mukerprov ini merupakan salah satu kegiatan untuk memfokuskan atlet bulutangkis kita menghadapi Porprov Sumbar 2026. Selain itu juga sebagai persiapan atlet yang akan tampil pada berbagai ajang nasional maupun internasional,” katanya.
Mewakili Dispora Sumbar, Efri Endriadi Hasan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Mukerprov PBSI Sumbar.
Menurutnya, forum tersebut sangat penting untuk memperkuat koordinasi dan menyusun langkah strategis dalam meningkatkan prestasi bulutangkis Sumatera Barat.
“Selamat dan sukses atas pelaksanaan Mukerprov PBSI Sumbar. Semoga kegiatan ini menghasilkan keputusan dan program terbaik untuk kemajuan pembinaan atlet bulutangkis di Sumatera Barat serta mendukung kesuksesan Porprov Sumbar 2026,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum PBSI Sumbar, Tjandra Anggriawan Husein, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh pengurus kabupaten dan kota dalam menyukseskan Porprov Sumbar yang kembali digelar setelah vakum lebih dari delapan tahun
Dia juga menyoroti masih perlunya penguatan sistem pembinaan atlet bulutangkis di Sumbar.
Menurutnya, kehadiran pelatih profesional sangat dibutuhkan agar proses pencarian bakat (talent scouting) dapat berjalan lebih maksimal dan melahirkan atlet-atlet potensial dari berbagai daerah.
“Kita butuh pelatih profesional agar talent scouting bisa datang ke Sumbar. Jika ada bibit-bibit istimewa, silakan dibawa ke Pengprov PBSI. Jika pengprov dibenahi, saya yakin prestasi akan meningkat,” ujarnya.
Tjandra menambahkan, saat ini masih terdapat dua atlet Sumbar yang terdaftar untuk menghadapi Pra-PON. Karena itu, pembinaan harus terus ditingkatkan agar lebih banyak atlet Sumbar mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.
Ia berharap Mukerprov PBSI Sumbar mampu menghasilkan program kerja dan rekomendasi terbaik untuk memperkuat organisasi serta meningkatkan prestasi bulutangkis Sumatera Barat pada masa mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus mengapresiasi dukungan PBSI terhadap pelaksanaan Porprov Sumbar 2026.
Menurutnya, berkat dukungan seluruh pihak, termasuk PBSI, ajang olahraga multi-event terbesar di Sumbar tersebut akan mempertandingkan 53 cabang olahraga.
“Berkat dukungan PBSI, Porprov Sumbar 2026 bisa digelar dengan 53 cabang olahraga. Apresiasi untuk PBSI Sumbar. Tidak ada satu pun permintaan KONI kepada PBSI yang tidak dipenuhi,” katanya.
Hamdanus berharap PBSI Sumbar mampu melahirkan atlet-atlet yang dapat menyumbangkan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
“Kita sudah mulai digitalisasi data atlet, bahkan jadi percontohan nasional. Kita juga mulai melakukan deteksi dan identifikaso bakat olahraga dari usia dini, nanti data yang kita dapatkan akan kita masukkan ke dalam program yang kita miliki, sehingga calon atlet bisa dideteksi lewat bakat olahraganya,” ujar Hamdanus.
Ia menyebutkan saat ini KONI Sumbar telah menyiapkan 154 atlet binaan yang telah menjalani program latihan bersama.
Setelah tahapan latihan berikutnya, para atlet kembali akan menerima dukungan dana pembinaan sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON NTB-NTT dan PON Jakarta.
“Kita ingin memecahkan rekor prestasi Sumbar pada PON 1985. Target kita adalah meraih 20 medali emas pada PON NTB-NTT,” tegasnya.
Hamdanus optimistis cabang olahraga bulutangkis akan menjadi salah satu cabang unggulan pada Porprov Sumbar 2026, terlebih pertandingan akan digelar di venue yang representatif di Kota Padang.
“Saya berharap Mukerprov hari ini menghasilkan keputusan terbaik. Bulutangkis harus menjadi salah satu cabang olahraga terbaik pada Porprov Sumbar 2026 nanti,” tutup Hamdanus. (HER)


















































