Omzet Turun, Pedagang Seragam Sekolah Rasakan Dampak Kebijakan Seragam Gratis

10 hours ago 14

Langgam.id – Sepekan menjelang dimulainya tahun ajaran baru yang dijadwalkan pada 13 Juli mendatang, sejumlah pedagang seragam sekolah di Pasar Raya Padang mengaku mengalami penurunan penjualan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan Langgam.id di Pasar Raya Padang, Selasa (7/7/2026), suasana di sejumlah toko seragam sekolah terlihat tidak terlalu ramai. 

Hanya terlihat beberapa orang tua yang datang untuk membeli kebutuhan sekolah anak mereka menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026.

Salah seorang pemilik Toko Mande Kanduang, Anto, mengatakan daya beli masyarakat untuk kebutuhan seragam sekolah mengalami penurunan cukup signifikan. 

Kondisi tersebut, kata dia, berkaitan dengan Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang yang menyediakan seragam gratis bagi siswa.

Anto menjelaskan, dalam pelaksanaan program itu pemerintah menggunakan sistem vendor. Melalui mekanisme ini, sejumlah penyedia barang bersaing untuk memenangkan tender pengadaan seragam sekolah.

“Setelah tender dimenangkan, vendor yang menyediakan seragam kepada penerima program. Dampaknya, penjualan seragam di Pasar Raya menjadi berkurang,” ujarnya, Selasa (7/7/2026)

Menurutnya, akan lebih baik apabila bantuan diberikan langsung kepada masyarakat atau orang tua siswa. Dengan demikian, masyarakat memiliki keleluasaan untuk membeli kebutuhan seragam di toko-toko yang ada di Pasar Raya.

Ia menilai pola tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi pedagang seragam, tetapi juga mampu menggerakkan sektor usaha lainnya di kawasan pasar. 

“Aktivitas ekonomi seperti jasa parkir, transportasi, hingga perdagangan pendukung lainnya berpotensi ikut meningkat apabila transaksi dilakukan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Anto mengungkapkan bahwa penjualan seragam di tokonya mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

“Kami merasakan penurunan yang cukup besar. Tahun ini penjualan turun sekitar 50 persen dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Hal serupa disampaikan pemilik toko Emi. Ia mengaku mengalami penurunan omzet sejak dua sampai tiga tahun terakhir. Namun menutupi itu, ia juga melakukan penjualan secara daring.

“Ya, penurunan dirasakan sejak 3 tahun belakangan. Untuk menutupi itu, kami juga melakukan penjulan online,” tuturnya.

Pedang lainnya, Tiara setuju jika uang hibah bantuan seragam sekolah gratis diberikan langsung kepada orang tua.

“Ini akan efektif jika uang hibah itu diberikan kepada orang tua. Jadi mereka bisa memilih dimana mereka akan membeli seragam,” terangnya.

Selain itu, kata Tiara, Pasar Raya juga akan lebih menggeliat dengan ramainya orang tua datang ke pasar membeli seragam sekolah anaknya.

“Jadi tidak hanya pedagang seragam yang terbantu, usaha lainnya juga mendapat imbas dengan ramainya pasar. Salah satunya ya juru parkir,” tuturnya. (WAN) 

Read Entire Article
Pekerja | | | |