Panas! Suhu di Sumbar Tembus 33 Derajat Celsius, BMKG Ingatkan Bahaya Paparan Sinar UV

4 hours ago 7

 BMKG mencatat kenaikan suhu karena berkurangnya awan di langit Kota Padang.

Ilustrasi. [foto: canva.com]

Langgam.id – Sejak beberapa hari terakhir, suhu udara di sejumlah daerah di Sumatra Barat (Sumbar) mencapai 31 hingga 33 derajat Celsius. Kondisi panas ini terjadi seiring masuknya musim kemarau atau periode minimnya hujan di wilayah tersebut.

Stasiun Meteorologi Minangkabau mencatat peningkatan suhu tersebut terjadi bersamaan dengan berkurangnya curah hujan dan menurunnya tutupan awan yang biasanya menghalangi radiasi matahari mencapai permukaan bumi.

Ketua Tim Diseminasi Informasi Stasiun Meteorologi Minangkabau, Yudha Nugraha mengatakan, hasil pengamatan terkini menunjukkan suhu udara di kawasan dataran rendah dan pesisir barat Sumbar berada pada kisaran 31 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang masih relatif tinggi.

“Untuk pengamatan saat ini, suhu udara di daerah dataran rendah dan pesisir barat berada pada rentang 31-33 derajat, dengan kelembapan 65-90 persen,” kata Yudha kepada Langgam.id, Sabtu (30/5/2026).

Selain masalah berkurangnya curah hujan di Sumbar, kata Yudha, gangguan cuaca ekuatorial yang tidak aktif juga menyebabkan berkurangnya pembentukan awan.

Meski suhu udara terasa lebih panas dibandingkan beberapa waktu lalu, BMKG menegaskan kondisi cuaca yang terjadi masih berada dalam kategori normal. Suhu yang tercatat saat ini belum masuk dalam kategori cuaca ekstrem.

“Secara umum bulan Mei hingga Juni merupakan periode dengan hujan yang tergolong minim di Sumbar, namun kondisi cuaca masih tergolong normal dan tidak berada dalam kategori ekstrem,” jelasnya.

Yudha menerangkan bahwa suhu udara ekstrem umumnya terjadi ketika temperatur telah melampaui 35 derajat Celsius. Atas dasar itu, masyarakat diminta tidak perlu khawatir berlebihan, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan sinar matahari secara langsung.

Meski begitu, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi risiko paparan radiasi ultraviolet (UV), terutama saat beraktivitas pada siang hari. Penggunaan tabir surya, topi, payung, maupun pelindung tubuh lainnya dianjurkan guna melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang lebih intens.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kualitas udara dengan tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan yang dapat memperburuk kondisi lingkungan dan kesehatan. (ICA)

Read Entire Article
Pekerja | | | |