Langgam.id – Upaya pengendalian inflasi yang terus dilakukan Pemerintah Kota Padang Panjang menunjukkan hasil positif. Memasuki pekan kedua Juni 2026, sebanyak delapan komoditas pangan di Pasar Pusat Padang Panjang tercatat mengalami penurunan harga, seiring membaiknya pasokan dan menurunnya permintaan pasca-Hari Raya Iduladha.
Kondisi tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara virtual, Senin (15/6/2026), dan diikuti Pemerintah Kota Padang Panjang dari Ruang VIP Balai Kota.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setdako Padang Panjang, Alvi Sena, mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kota Padang Panjang pada minggu kedua Juni 2026 tercatat minus 0,32 persen dan masuk kategori fluktuasi rendah.
Menurutnya, sejumlah komoditas utama mengalami penurunan harga yang turut berkontribusi terhadap terkendalinya inflasi daerah. Delapan komoditas yang mengalami penurunan harga tersebut yakni daging ayam broiler, telur ayam ras, cabai hijau, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, ikan asin teri, dan seledri.
“Penurunan harga cabai dipengaruhi meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi yang mulai memasuki masa panen. Sementara pada daging ayam broiler, harga turun karena pasokan di tingkat peternak meningkat dan permintaan masyarakat mulai berkurang setelah Iduladha,” jelas Alvi dikutip dari Kominfo, Rabu (17/6/2026).
Selain itu, harga daging sapi juga masih mengalami penurunan dan menjadi faktor dominan yang menekan pergerakan IPH. Kondisi tersebut dipengaruhi menurunnya permintaan masyarakat setelah Hari Raya Iduladha serta normalnya kembali pasokan sapi potong.
Meski demikian, Pemko Padang Panjang tetap mewaspadai kenaikan harga sejumlah komoditas. Pada periode yang sama, bawang putih, kacang tanah, dan terong tercatat mengalami kenaikan harga akibat berkurangnya pasokan dari daerah penghasil.
Khusus bawang putih, kenaikan harga dipengaruhi ketergantungan terhadap impor dan dampak pelemahan nilai tukar rupiah yang berimbas pada distribusi dan pasokan hingga tingkat konsumen.
Sementara itu, dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga komoditas strategis. Ia menekankan pentingnya pemantauan harga secara berkala, menjaga kelancaran distribusi barang, serta memastikan ketersediaan pasokan pangan guna menjaga daya beli masyarakat.
Pemko Padang Panjang menegaskan akan terus melakukan pemantauan harga di pasar-pasar tradisional serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi potensi gejolak harga. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas inflasi daerah sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau. (HER)


















































