Profil Nil Maizar, Pelatih Asal Payakumbuh yang Siap Bawa Semen Padang FC Kembali ke Liga 1

7 hours ago 14

Langgam.id – Nil Maizar resmi menjadi pelatih kepala Semen Padang FC untuk mengarungi Liga 2 musim 2026/2027. Ia bertekad skuad Kabau Sirah juara dan kembali ke kasta liga tertinggi sepakbola nasional, yakni Liga 1.

Nil Maizar mengatakan, dirinya memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Semen Padang FC. Apalagi, ia juga pernah membela Semen Padang FC ketika masih aktif di lapangan sebagai pemain.

“Saya punya sejarah panjang bersama Semen Padang FC. Darah saya adalah Semen Padang. Saat ini Ranah Minang memanggil saya, tentu saya harus siap kembali mengabdi,” kata dia.

Lalu, bagaimana sosok Nil Maizar? Berikut profil singkatnya.

Nil Maizar lahir di Payakumbuh pada 2 Januari 1970. Ia seorang pelatih yang sekaligus mantan pemain.

Saat aktif sebagai pemain, kariernya dimulai di klub kampung halamannya, Persepak Payakumbuh, di usia 10 tahun pada 1980. Enam tahun kemudian, ia bergabung dengan Diklat Padang, tetapi hanya setahun kemudian, ia terpilih ke Diklat Ragunan.

Kemudian, Nil Maizar merupakan anggota tim nasional Indonesia Garuda II pada periode 1989-1991. Pada tahun 1990, ia sempat merasakan magang di klub elite AC Sparta Praha di Republik Ceko.

Selama enam bulan berada di klub tersebut, Nil Maizar bersama rekannya di timnas, Agus Yuwono, tampil di kompetisi kasta kedua. Ia ditangani oleh pelatih legendaris Ceko, Josef Masopust.

Setelah kembali dari Ceko, Nil Maizar bermain di Semen Padang selama lima tahun (1992-1997). Ia ikut serta dalam skuat Kabau Sirah yang memenangi Piala Galatama pada 21 Juli 1992, mengalahkan Arema Malang dengan skor 1-0. Ia kemudian dua tahun bermain untuk PSP Padang sebelum memutuskan pensiun pada 1999.

Berikutnya, Arcan Lurie ditunjuk menjadi pelatih Semen Padang pada tahun 2009, saat klub tersebut masih di Divisi Utama Liga Indonesia. Nil Maizar ditunjuk sebagai asistennya.

Duet tersebut berhasil mengantarkan Semen Padang ke Liga Super Indonesia 2010-11 lewat kemenangan 1-0 kontra Persiram Raja Ampat pada 29 Mei 2010 di Stadion Manahan.

Polemik bergulir saat manajemen Semen Padang tidak memperpanjang kontrak sang pelatih asal Moldova. Nil Maizar justru ditunjuk menjadi pelatih kepala Semen Padang ketika itu.

Pada musim perdananya, Nil Maizar berhasil membawa Semen Padang ke posisi keempat Liga Super. Saat klub memutuskan bergabung ke Liga Prima untuk musim 2011-12, Nil tetap melatih Semen Padang FC.

Prestasi Nil Maizat di Padang menarik perhatian PSSI. Kebetulan, posisi pelatih kepala tim nasional sepak bola Indonesia masih belum jelas seiring pemecatan Alfred Riedl dan desakan timnas U23 untuk menarik Aji Santoso, caretaker pelatih tim senior, ke tim mereka.

Akhirnya, PSSI lewat koordinator tim nasional Bob Hippy resmi menetapkan Nil sebagai pelatih tim nasional Indonesia pada 13 April 2012. Ia didampingi oleh Fabio Oliveira, staf pelatih Persija IPL.

Sementara itu, posisinya sebagai pelatih kepala Semen Padang digantikan oleh direktur teknik Suhatman Imam. Ia sempat berjanji kepada publik Padang untuk kembali melatih Kabau Sirah.

Kini, Nil Maizar kembali pulang kampung untuk melatih Semen Padang FC. Dalam akun instagram resminya @coach_nil70, ia mengunggah foto dirinya menyapa para suporter di tribun GOR H Agus Salim Padang yang tampak memerah.

Para suporter kompak memakai atribut serba merah, warna khas tim Semen Padang FC. Dalam unggahannya tersebut, Nil Maizar menuliskan keterangan foto yang cukup membangkitkan semangat.

“Saatnya menulis lembaran baru. Masa lalu adalah pelajaran, hari ini adalah kesempatan, dan masa depan adalah cerita yang menunggu untuk diperjuangkan,” tulisnya. (WAN)

Read Entire Article
Pekerja | | | |