Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Long Boat Terbalik di Mentawai

17 hours ago 15

Langgam.id — Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mentawai melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang korban yang hilang akibat kecelakaan long boat di perairan Sagulubbek, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (9/6/2026) pagi ini.

Korban hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik dihantam ombak saat hendak menjemput warga sakit untuk dibawa berobat ke Tuapejat, Senin (8/6/2026) sore.

Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Jajanggi (48). Sementara dua penumpang lainnya, Danil (30) dan Hendrikus (34), berhasil menyelamatkan diri setelah insiden yang terjadi pada Senin (8/6/2026) sore tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim rescue setelah menerima laporan dari kepala desa dan keluarga korban pada pukul 17.35 WIB.

Sebanyak enam personel SAR diberangkatkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi kejadian yang berada di sekitar pintu Muara Sagulubbek.

Menurut informasi yang diterima SAR, long boat bermesin 40 PK itu awalnya bertolak dari Muara Sagulubbek menuju Pantai Sagulubbek untuk menjemput seorang warga yang sakit dan akan dibawa ke Tuapejat guna mendapatkan penanganan medis.

Namun, saat melintasi pintu muara, perahu dihantam gelombang hingga terbalik. Ketiga penumpang tercebur ke laut. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan Jajanggi dilaporkan hilang.

Sebelum tim SAR tiba, warga setempat telah melakukan upaya pencarian menggunakan tiga unit long boat di sekitar lokasi kejadian. Akan tetapi, korban belum berhasil ditemukan.

Operasi pencarian sempat terkendala cuaca buruk. Hujan yang mengguyur kawasan perairan Siberut Barat, gelombang laut mencapai sekitar dua meter, serta jarak pandang yang terbatas pada malam hari membuat tim SAR menghentikan sementara pencarian demi keselamatan personel.

Pada Senin malam, tim rescue memutuskan bersandar di Dermaga Pei-Pei dan melanjutkan operasi pada Selasa pagi.

“Operasi pencarian dilanjutkan kembali dengan memaksimalkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan area yang diperkirakan menjadi titik hanyut korban,” kata Benteng.

Dalam operasi tersebut, tim SAR dibekali berbagai perlengkapan pendukung, mulai dari alat navigasi, komunikasi, perlengkapan medis, peralatan evakuasi, telepon satelit hingga perangkat Starlink untuk memastikan koordinasi tetap berjalan di tengah keterbatasan jaringan komunikasi di wilayah kepulauan.

Hingga Selasa pagi, tim SAR bersama unsur terkait dan masyarakat setempat masih terus melakukan pencarian terhadap korban. Upaya penyisiran difokuskan di sekitar perairan Muara Sagulubbek dengan mempertimbangkan arah arus dan kondisi cuaca.

Kecelakaan ini menjadi pengingat akan tingginya risiko pelayaran di perairan Mentawai, terutama saat cuaca ekstrem melanda. Di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut, perjalanan menggunakan long boat masih menjadi pilihan utama masyarakat, termasuk untuk kebutuhan darurat seperti membawa warga yang membutuhkan pertolongan medis. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |