Langgam.id – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumatera Barat naik menjadi 5,53 persen pada Mei 2026. Angka tersebut meningkat 0,02 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 5,51 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat Nurul Hasanudin mengatakan, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah pengangguran di Sumbar pada Mei 2026 mencapai 177,13 ribu orang.
“Pada Mei 2026, TPT Sumatera Barat sebesar 5,53 persen. Angka ini meningkat 0,02 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 5,51 persen,” kata Nurul, dikutip Senin (10/8/2026).
Dengan angka tersebut, kata dia, dari setiap 100 orang angkatan kerja di Sumatera Barat terdapat sekitar lima hingga enam orang yang menganggur.
Nurul menjelaskan, jumlah angkatan kerja Sumbar pada Mei 2026 mencapai 3,20 juta orang. Angka ini menurun 37,75 ribu orang dibandingkan Februari 2026 yang sebanyak 3,24 juta orang.
Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 3,03 juta orang merupakan penduduk yang bekerja. Jumlah ini juga turun 36,20 ribu orang dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 3,06 juta orang.
Sementara jumlah pengangguran turun tipis 1,55 ribu orang dari 178,68 ribu orang pada Februari menjadi 177,13 ribu orang pada Mei 2026.
“Walaupun jumlah pengangguran turun secara absolut, TPT justru meningkat tipis karena terjadi perubahan pada jumlah angkatan kerja,” ujarnya.
Selain TPT, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sumbar juga mengalami penurunan. Pada Mei 2026, TPAK tercatat 70,64 persen atau turun 1,12 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 71,76 persen.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPT perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. TPT perempuan tercatat 5,67 persen, sedangkan laki-laki 5,43 persen.
Berdasarkan wilayah tempat tinggal, TPT perkotaan juga lebih tinggi dibandingkan perdesaan. TPT di perkotaan mencapai 6,79 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 3,93 persen.
Sementara berdasarkan tingkat pendidikan, TPT tertinggi terdapat pada penduduk dengan pendidikan Diploma IV, S1, S2, dan S3, yakni mencapai 11,55 persen.
Selanjutnya, TPT tamatan Diploma I/II/III sebesar 9,74 persen, SMA 6,61 persen, SMK 5,86 persen, SMP 4,68 persen, dan SD ke bawah 1,87 persen.
Di sisi lain, sebanyak 3,03 juta penduduk Sumbar tercatat bekerja pada Mei 2026. Sebagian besar atau 1,93 juta orang bekerja di sektor informal, sedangkan 1,10 juta orang bekerja di sektor formal.
Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan porsi 33,46 persen. Kemudian perdagangan besar dan eceran sebesar 16,62 persen serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,18 persen.
Nurul mengatakan kondisi ketenagakerjaan tersebut menjadi gambaran dinamika pasar kerja Sumatera Barat pada Mei 2026. Selain tingkat pengangguran, kualitas dan struktur pekerjaan juga perlu menjadi perhatian.
“Dari sisi jam kerja, sebanyak 63,40 persen penduduk bekerja merupakan pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu,” katanya.
Sementara itu, tingkat setengah pengangguran tercatat 7,85 persen, turun cukup signifikan dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 11,05 persen. Adapun pekerja paruh waktu tercatat 28,75 persen.
Secara nasional, TPT pada Mei 2026 tercatat 4,65 persen. Dengan demikian, TPT Sumatera Barat sebesar 5,53 persen masih berada di atas angka nasional. (HER)















































