Langgam.id — Universitas Bung Hatta menghadirkan akademisi dari Leiden University, Belanda, Dr. Suryadi, M.A., dalam Bung Hatta Memorial Lecture Series yang mengangkat tema Mohammad Hatta dalam Perspektif Global: Demokrasi, Pendidikan, dan Warisan Intelektualitas Belanda. Kegiatan berlangsung di Aula Balairung Caraka Gedung B, Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Jumat (31/7/2026).
Kuliah umum yang diselenggarakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bung Hatta itu menjadi ruang refleksi bagi sivitas akademika untuk memahami kembali pemikiran Bung Hatta dalam perspektif global, terutama terkait demokrasi, pendidikan, serta warisan intelektual yang dibangun selama menempuh pendidikan di Belanda.
Dekan FKIP Universitas Bung Hatta, Dr. Yetty Morelent, M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kampus memperkuat pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai kebunghattaan.
“Pemikiran Bung Hatta tidak hanya menjadi warisan sejarah bangsa, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dalam membangun pendidikan yang melahirkan generasi kritis, demokratis, dan berintegritas,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika, menyebut penyelenggaraan Bung Hatta Memorial Lecture Series merupakan salah satu langkah kampus memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat transformasi ilmu pengetahuan.
Menurutnya, sebagai perguruan tinggi yang menyandang nama Bung Hatta, Universitas Bung Hatta memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya memperkenalkan sosok proklamator tersebut kepada mahasiswa, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai kebunghattaan dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga budaya akademik di lingkungan kampus.
Ia menjelaskan, kuliah umum tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kelahiran Bung Hatta yang diperingati setiap 12 Agustus. Momentum itu diharapkan mampu memperkuat budaya dialog ilmiah, mendorong kolaborasi internasional, serta memperluas kajian mengenai pemikiran Bung Hatta di tingkat global.
Prof. Diana berharap kerja sama Universitas Bung Hatta dengan Leiden University dapat berkembang lebih luas, tidak hanya melalui kuliah umum, tetapi juga kolaborasi penelitian, pertukaran akademik, hingga penguatan studi tentang pemikiran Bung Hatta yang memiliki jejak intelektual kuat di Belanda.
Dalam paparannya, Dr. Suryadi mengajak peserta melihat sosok Bung Hatta dari perspektif internasional. Ia menilai, pengalaman sebelas tahun Bung Hatta di Belanda membentuk fondasi intelektual yang kemudian berpadu dengan semangat perjuangan bersama Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Gagasan-gagasan Bung Hatta tidak hanya menginspirasi bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi berbagai bangsa di kawasan Timur yang saat itu masih berada di bawah penjajahan Eropa,” katanya.
Ia menambahkan, peringatan 124 tahun kelahiran Bung Hatta dan menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali mengingat cita-cita para pendiri bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang makmur, demokratis, dan berkeadilan.
Melalui penyelenggaraan Bung Hatta Memorial Lecture Series, Universitas Bung Hatta juga memperkuat komitmennya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 16 mengenai Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik internasional. (HER)













































