Gencarkan GPM, BI dan Bulog Fokuskan Komoditas Cabai, Bawang Merah dan Daging Ayam Ras

19 hours ago 19

Langgam.id — Bank Indonesia (BI) bersama Perum Bulog dan pemerintah daerah mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah daerah di Sumatra Barat selama September 2026.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah komoditas pangan menjadi perhatian, terutama cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras yang turut memengaruhi perkembangan harga pangan di daerah.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatra Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, mengatakan GPM merupakan bagian dari sinergi untuk memperkuat pengendalian inflasi pangan sekaligus menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

“Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu bentuk sinergi Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan Perum Bulog dalam mendukung keterjangkauan harga serta akses masyarakat terhadap komoditas pangan,” ujar Majid.

Menurutnya, koordinasi antarlembaga diperlukan untuk memastikan kesiapan pasokan, kelancaran distribusi, serta pelaksanaan kegiatan yang tertib.

Pelaksanaan GPM mempertimbangkan perkembangan harga pangan di Sumatra Barat. Pada Agustus 2026, seluruh kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumbar mengalami inflasi bulanan.

Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Pasaman Barat sebesar 0,46 persen secara bulanan (mtm), diikuti Kota Bukittinggi 0,20 persen, Kabupaten Dharmasraya 0,11 persen, dan Kota Padang 0,10 persen.

Dalam kondisi tersebut, cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras menjadi sejumlah komoditas yang mendapat perhatian dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan.

Sementara itu, berdasarkan koordinasi dengan Perum Bulog Sumatera Barat, ketersediaan beras, minyak goreng, dan gula pasir dinilai memadai untuk mendukung pelaksanaan GPM.

Rangkaian GPM dimulai di Pasar Raya Padang pada Jumat (11/9/2026), kemudian dilanjutkan pada 14 September di lokasi yang sama.

Kegiatan juga digelar pada 13 September saat Car Free Day Kota Padang dan 15 September di Pasar Nanggalo.

Selanjutnya, GPM dilaksanakan pada 22 September di Pasar Tradisional Kabupaten Pasaman Barat, 24-25 September di Pasar Atas Kota Bukittinggi, serta 28-29 September di Pasar Tradisional Kabupaten Dharmasraya.

Pada setiap lokasi, masyarakat dapat memperoleh sejumlah komoditas pangan strategis yang disediakan Perum Bulog Sumatera Barat.

BI juga menyediakan komoditas hortikultura seperti cabai merah dan bawang merah. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan layanan penukaran uang Rupiah, edukasi pembayaran digital menggunakan QRIS, serta edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah.

Majid mengatakan kecukupan pasokan akan terus dipantau bersama agar pelaksanaan GPM berjalan sesuai jadwal dan mampu memberikan akses pangan dengan harga yang terjangkau kepada masyarakat.

Selain memperkuat akses masyarakat terhadap bahan pangan, GPM diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah perkembangan harga komoditas pangan.

Ke depan, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memperkuat koordinasi pemantauan harga, pasokan, dan distribusi komoditas pangan di Sumatra Barat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pengendalian inflasi serta menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |