Gubernur Sumbar Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Mentawai

19 hours ago 19

Langgam.id — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai dari Dermaga Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Rabu (3/6/2026).

Program yang digagas Bank Indonesia itu menjadi upaya menjaga ketersediaan uang rupiah layak edar sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Dalam sambutannya, Mahyeldi menilai kehadiran rupiah hingga ke pulau-pulau terluar memiliki makna lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan transaksi ekonomi. Menurut dia, distribusi rupiah juga menjadi simbol kehadiran negara di seluruh wilayah Indonesia.

“Setiap lembar rupiah yang beredar hingga ke pulau-pulau terluar membawa pesan bahwa negara hadir untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali,” kata Mahyeldi.

Ia menegaskan, kondisi geografis Kepulauan Mentawai yang terdiri atas gugusan pulau tidak boleh menjadi hambatan bagi masyarakat untuk memperoleh layanan keuangan yang setara. Karena itu, sinergi antara Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan perbankan dinilai penting untuk memastikan layanan tetap menjangkau masyarakat di daerah kepulauan.

Mahyeldi mengatakan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat juga memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Selain menyediakan uang rupiah layak edar, program tersebut juga melayani penukaran uang tidak layak pakai serta memberikan edukasi mengenai pentingnya mengenali, merawat, dan mencintai rupiah.

“Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh layanan, termasuk saudara-saudara kita yang berada di wilayah kepulauan dan daerah 3T seperti Mentawai,” ujarnya.

Komandan Komando Daerah Maritim (Kodamar) II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung mengatakan, pelaksanaan ekspedisi tersebut merupakan bentuk sinergi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga distribusi uang rupiah hingga ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

Untuk mendukung kegiatan itu, TNI AL mengerahkan KRI Kurau-856 yang akan berlayar selama tujuh hari. Kapal tersebut menempuh rute Padang–Siberut (Maileppet)–Muara Sikabaluan–Sipora–Pagai Utara–Pagai Selatan sebelum kembali ke Padang, dengan total jarak pelayaran sekitar 505 nautical mile.

Sementara itu, Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Novyanto menjelaskan, ekspedisi di Sumatera Barat merupakan ekspedisi keenam dari 23 ekspedisi yang dilaksanakan Bank Indonesia sepanjang 2026.

Menurut dia, kebutuhan uang tunai di wilayah kepulauan dan daerah terpencil masih cukup tinggi karena keterbatasan akses layanan perbankan. Oleh sebab itu, Bank Indonesia terus berupaya memastikan masyarakat memperoleh uang rupiah dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik.

“Kami memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar sekaligus menarik uang yang sudah tidak layak untuk diedarkan kembali,” kata Novyanto.

Selain layanan kas keliling, Bank Indonesia juga akan menggelar berbagai kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat selama ekspedisi berlangsung. Kegiatan tersebut antara lain pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mendukung penguatan ekonomi masyarakat di wilayah tujuan.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat menjadi salah satu bentuk komitmen negara dalam menjaga kedaulatan rupiah sekaligus memastikan layanan keuangan dapat diakses secara merata, termasuk oleh masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar Indonesia. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |