Harga TBS Sawit di Pesisir Selatan Turun Tipis, Tertinggi Rp2.990 per Kg

11 hours ago 15

Harga TBS Sawit di Pesisir Selatan Turun Tipis, Tertinggi Rp2.990 per Kg

Panen buah tandan sawit di Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, teronggok di jalan, beberapa waktu lalu. Enam bulan terakhir, petani sawit di sana diwajibkan menjual sawit ke peron Koperasi Serba Usaha Air Bangis Semesta (KSU ABS). Foto: Dharma Harisa/Langgam.id

Langgam.id – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pesisir Selatan mengalami penurunan tipis pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Meski demikian, harga tertinggi masih bertahan di level Rp2.990 per kilogram.

Berdasarkan data pemantauan harga TBS yang dirilis Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, terdapat tiga pabrik kelapa sawit (PKS) yang menurunkan harga pembelian sebesar Rp30 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.

PT Transco Energi Utama tercatat membeli TBS petani seharga Rp2.990 per kilogram atau turun Rp30 per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi di PT Incasi Raya yang membeli TBS Rp2.790 per kilogram dan PT Sumaterajaya Agro Lestari sebesar Rp2.870 per kilogram.

Sementara itu, dua perusahaan lainnya masih mempertahankan harga pembelian. PT Muara Sawit Lestari tetap membeli TBS pada harga Rp2.990 per kilogram, sedangkan PT Kemilau Permata Sawit bertahan di level Rp2.950 per kilogram.

Dengan demikian, harga tertinggi TBS di Pesisir Selatan saat ini berada di angka Rp2.990 per kilogram yang ditawarkan PT Transco Energi Utama dan PT Muara Sawit Lestari. Adapun harga terendah tercatat di PT Incasi Raya sebesar Rp2.790 per kilogram.

Meski terjadi koreksi pada sebagian PKS, harga TBS di tingkat petani masih berada di atas kisaran harga yang sempat terjadi pada awal Juni lalu. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan sebelumnya terus melakukan pemantauan terhadap harga sawit guna memastikan petani memperoleh harga yang lebih baik dan sesuai perkembangan pasar.

Di sisi lain, harga penetapan TBS bagi petani bermitra tercatat mencapai Rp3.789 per kilogram. Angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan harga yang diterima sebagian besar petani swadaya yang menjual hasil panennya langsung ke PKS.

Fluktuasi harga sawit di daerah itu dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pergerakan harga crude palm oil (CPO) di pasar global hingga kebijakan industri sawit nasional. Namun, tren harga dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Pemerintah daerah berharap stabilitas harga dapat terus terjaga sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani sawit yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di wilayah selatan Sumatera Barat tersebut. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |