Langgam.id— Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban III senilai Rp239,3 miliar resmi memasuki tahap pengerjaan setelah dilakukan penandatanganan kontrak antara pemerintah dan penyedia jasa di Hotel Pangeran Beach, Padang, Selasa (23/6/2026).
Dimulainya proyek strategis tersebut diharapkan mampu meningkatkan layanan air bersih bagi masyarakat Kota Padang. Saat ini cakupan layanan air minum perpipaan baru menjangkau sekitar 52 persen penduduk dengan jumlah pelanggan lebih dari 155.000 sambungan.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir yang menyaksikan langsung penandatanganan kontrak mengatakan, pembangunan SPAM Taban III menjadi proyek penting untuk memperkuat sistem penyediaan air minum di Kota Padang.
“Kegiatan pembangunan ini menjadi sangat strategis dan penting, karena akan menjadi penyangga terhadap Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Gunung Pangilun,” kata Maigus.
Menurut dia, proyek tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses air bersih yang berkualitas.
SPAM Taban III akan dibangun di kawasan Palukahan dengan sejumlah pekerjaan utama, mulai dari peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA), pembangunan reservoir, pemasangan pipa transmisi, hingga pembangunan jaringan perpipaan sepanjang 18 kilometer.
Total nilai kontrak proyek mencapai Rp239.318.046.250 yang terbagi dalam empat paket pekerjaan. Tiga di antaranya merupakan paket konstruksi dan satu paket manajemen konstruksi.
Peningkatan IPA dikerjakan oleh Karya Mulia KSO. Sementara pembangunan jaringan perpipaan dilaksanakan oleh PT Cipta Crown Simbol bersama PT Putra Masindo Utama. Adapun paket manajemen konstruksi ditangani oleh PT Waseco Tirta WSO, PT Bemaco Rekapprima, dan PT Bina Lestari Lingkungan Sejahtera.
Direktur Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya, Oscar RH Siagian, menegaskan proyek yang dikerjakan secara multiyears tersebut ditargetkan selesai pada Juni 2027.
“Kegiatan ini sangat diperlukan masyarakat. Kita harapkan kualitasnya baik, dengan begitu kualitas layanan kepada masyarakat juga semakin baik,” ujarnya.
Oscar menegaskan pemerintah pusat akan melakukan pengawasan ketat terhadap progres pekerjaan setiap penyedia jasa untuk memastikan proyek berjalan sesuai jadwal.
“Kita akan pantau progres pengerjaan setiap penyedia jasa, pastikan tidak ada yang mangkrak,” katanya.
Jika proyek rampung sesuai rencana, kapasitas produksi air pada SPAM Taban III akan meningkat dua kali lipat, dari sebelumnya 200 liter per detik menjadi 400 liter per detik. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan layanan air bersih bagi masyarakat Kota Padang yang terus bertambah.
Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat Maria Doeni Isa mengingatkan seluruh penyedia jasa agar mematuhi seluruh ketentuan kontrak yang telah ditandatangani.
Ia menegaskan seluruh pekerjaan harus dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, kualitas yang ditetapkan, serta jadwal yang telah disepakati.
Maigus berharap seluruh kontraktor dan konsultan yang terlibat dapat menjaga komitmen dalam pelaksanaan proyek sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Besar harapan kami kepada yang mendapat pekerjaan proyek ini untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Apabila komitmen pekerjaan dapat dilakukan dengan baik, tentu akan mendapatkan keduanya, yakni keberhasilan mengelola proyek serta kebutuhan masyarakat akan air minum dapat terpenuhi,” ujar Maigus.
Dengan dimulainya pembangunan SPAM Taban III, Pemerintah Kota Padang optimistis layanan air minum perpipaan akan semakin andal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat seiring pertumbuhan kota dalam beberapa tahun ke depan. (HER)


















































