Langgam.id – Universitas Andalas (UNAND) terus memperkuat jaringan internasional melalui perluasan kerja sama akademik dan riset dengan berbagai perguruan tinggi serta lembaga riset dunia. Salah satu langkah strategis tersebut dilakukan dengan berpartisipasi dalam The 14th Franco-Indonesian Joint Working Group (JWG) 2026 yang berlangsung di Angers, Prancis, pada 1–3 Juli 2026.
Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D., bersama Direktur Pendidikan dan Pembelajaran, Dr. Mahdhivan Syafwan, hadir sebagai delegasi UNAND dalam forum bilateral yang mempertemukan ratusan pimpinan perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, dan mitra industri dari Indonesia dan Prancis.
Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, dan kewirausahaan, sekaligus membuka peluang kerja sama baru bagi perguruan tinggi Indonesia dengan mitra di Prancis.
Selama mengikuti kegiatan, delegasi UNAND aktif memperkenalkan potensi dan keunggulan universitas kepada para mitra internasional. Berbagai peluang kerja sama dijajaki, mulai dari pengembangan program pendidikan, riset multidisiplin, inovasi, hingga penguatan kapasitas kelembagaan.
Delegasi UNAND juga terlibat dalam berbagai sesi pleno dan lokakarya tematik yang membahas isu-isu strategis, seperti ketahanan pangan, kesehatan, kemaritiman, energi, transformasi digital, ilmu politik, bisnis dan manajemen, pariwisata, teknik, hingga pengelolaan mobilitas akademik.
Selain mengikuti forum diskusi, UNAND memanfaatkan sesi networking untuk mengembangkan proyek kerja sama pendidikan tinggi dan riset dengan berbagai institusi di Prancis. Langkah tersebut sejalan dengan upaya universitas memperluas jejaring global sekaligus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi.
Dalam pengembangan kerja sama, UNAND memprioritaskan lima bidang strategis, yakni teknologi pangan dan pertanian maju, kesehatan dan kedokteran, mitigasi bencana, material maju, serta energi terbarukan.
Rektor UNAND Efa Yonnedi mengatakan, partisipasi dalam forum tersebut merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi internasional.
“Keikutsertaan Universitas Andalas dalam kemitraan strategis Prancis-Indonesia merupakan langkah nyata untuk mengangkat mutu tridarma perguruan tinggi ke tingkat internasional. Kerja sama global bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi kebutuhan untuk menghasilkan kontribusi akademik yang lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan program double degree, memperluas kerja sama riset, meningkatkan mobilitas mahasiswa dan dosen, serta memperkuat reputasi internasional Universitas Andalas.
Melalui keikutsertaan dalam The 14th Franco-Indonesian Joint Working Group 2026, UNAND optimistis dapat membuka lebih banyak peluang bagi sivitas akademika untuk berkiprah di tingkat global sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang berdaya saing internasional. (HER)
















































