Langgam.id – Tim peneliti Universitas Andalas (UNAND) mengembangkan pakan fungsional berbasis bahan baku lokal untuk meningkatkan kualitas daging dan susu sekaligus mendukung sistem peternakan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Riset bertajuk “Pakan Fungsional untuk Daging dan Susu Premium melalui Multi-Omics dan Smart Farming” itu dipimpin dosen Fakultas Peternakan UNAND, Dr. Ir. Roni Pazla, S.Pt., M.P., IPM., bekerja sama dengan Prof. Dr. Ir. Asmuddin Natsir, M.Sc. dari Universitas Hasanuddin dan Prof. Dr. Dewi Febrina, S.Pt., M.P. dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau.
Penelitian tersebut berangkat dari sejumlah tantangan di sektor peternakan, seperti rendahnya efisiensi pemanfaatan pakan pada ternak ruminansia, tingginya ketergantungan terhadap bahan pakan konvensional, serta emisi gas metana yang dihasilkan selama proses fermentasi di dalam rumen. Di sisi lain, permintaan masyarakat terhadap produk peternakan yang sehat dan berkualitas terus meningkat.
Ketua tim peneliti, Roni Pazla, mengatakan pakan yang dikembangkan tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas ternak, tetapi juga menghasilkan produk peternakan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
“Pakan yang dikembangkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrien ternak, tetapi juga meningkatkan efisiensi pencernaan, mendukung kesehatan ternak, menekan emisi metana, serta memperbaiki kualitas daging dan susu yang dihasilkan,” ujarnya, dikutip dari laman kampus, Kamis (30/7/2026).
Keunggulan riset ini terletak pada pemanfaatan berbagai sumber daya lokal dalam satu formulasi pakan, seperti enkapsulat katekin gambir-PFAD, kombinasi beberapa jenis rumput laut, serta pakan komplit berbasis hasil samping perkebunan kelapa sawit dan tanaman leguminosa.
Gambir dipilih karena mengandung katekin yang memiliki sifat antioksidan dan berpotensi meningkatkan efisiensi fermentasi di dalam rumen. Senyawa tersebut kemudian diproses menggunakan teknologi enkapsulasi bersama Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) agar lebih stabil dan efektif. Sementara itu, rumput laut dimanfaatkan sebagai sumber mineral dan senyawa bioaktif yang mampu mendukung aktivitas mikroorganisme rumen.
Penelitian dilakukan secara kolaboratif sesuai bidang keahlian masing-masing perguruan tinggi. UNAND berfokus pada pengembangan dan evaluasi enkapsulat gambir-PFAD, Universitas Hasanuddin mengembangkan formulasi rumput laut sebagai bahan penekan emisi metana, sedangkan UIN Sultan Syarif Kasim Riau mengembangkan pakan komplit berbasis bahan baku lokal.
Seluruh hasil penelitian nantinya akan diintegrasikan menjadi purwarupa pakan fungsional yang siap diuji pada ternak dan diarahkan untuk diterapkan pada skala peternakan rakyat.
Tim peneliti juga memanfaatkan pendekatan multi-omics untuk menganalisis hubungan antara kandungan nutrien pakan, mikroorganisme rumen, dan hasil metabolisme sehingga menghasilkan formulasi pakan yang lebih presisi. Inovasi tersebut dipadukan dengan konsep smart farming agar lebih mudah dihilirisasi dan diterapkan oleh peternak.
Selain menghasilkan publikasi ilmiah dan hak kekayaan intelektual, penelitian ini ditargetkan melahirkan produk pakan fungsional yang dapat dikembangkan bersama kelompok peternak maupun industri pakan.
Inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya sistem peternakan berkelanjutan (green livestock) melalui pemanfaatan sumber daya lokal, pengurangan emisi metana, peningkatan kemandirian pakan nasional, serta menghasilkan daging dan susu premium yang lebih berkualitas.
Penelitian ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program EQUITY. (HER)















































