Langgam.id – Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dan polusi udara mendorong Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Sumatra Barat (Sumbar) turun tangan.
Melalui kegiatan PERTI Peduli, bagikan masker kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar Simpang 4 Masjid Raya Sumbar, Kamis (10/9/2026).
Aksi sosial tersebut menyasar para pejalan kaki, pedagang, serta masyarakat yang beraktivitas dan melintas di kawasan simpang empat Masjid Raya Sumbar.
Anggota PD PERTI Sumbar, Arif Jumatul Ihsan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PERTI terhadap masyarakat yang terdampak memburuknya kualitas udara.
Menurut Arif, PERTI tidak hanya bergerak dalam bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki perhatian terhadap persoalan sosial dan kondisi masyarakat.
“PERTI sebagai ormas Islam yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial memiliki tanggung jawab untuk ikut hadir ketika masyarakat menghadapi kondisi seperti ini,” ujar Arif.
Ia mengatakan pembagian masker dilakukan untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan, terutama bagi warga yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
“Ini merupakan aksi kepedulian sederhana. Kami ingin mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan,” katanya.
Arif menegaskan aksi tersebut tidak berhenti pada kegiatan hari ini. PERTI akan kembali melakukan aksi sosial jika kondisi udara kotor dan kabut asap masih menyelimuti Kota Padang.
“Kalau kondisi udara masih kotor dan asap masih menyelimuti Kota Padang, kami akan melakukan aksi selanjutnya. Kami ingin PERTI terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Arif mengungkapkan bahwa aksi yang mengusung tema “Aksi Bagi-Bagi Masker, Peduli Kesehatan di Tengah Asap Karhutla” itu digelar mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai di kawasan Simpang 4 Masjid Raya Sumbar atau Masjid Raya Sheikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
“PERTI menilai kondisi kabut asap tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, perlindungan diri perlu dilakukan bersama, terutama bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan,” ujar Arif. (HER)

















































