Rapim IAS Group: Komitmen Bangun Sinergi untuk Transformasi BUMN 

4 hours ago 9

LANGGAM.ID — Rapat Pimpinan (Rapim) PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) Group menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh jajaran pimpinan dalam mendukung agenda transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diinisiasi Pemerintah melalui Danantara dan Kementerian BUMN. 

Rapim dihadiri oleh Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) selaku holding IAS, jajaran Direksi, PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) dan seluruh pimpinan anak perusahaan, serta jajaran manajemen IAS Group. 

Agenda ini menjadi forum strategis untuk menyamakan visi memperkuat kolaborasi, serta memastikan seluruh program kerja perusahaan berjalan selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam membangun BUMN yang semakin sehat, kompetitif, adaptif, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. 

Dalam sambutannya Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengapresiasi progres transformasi yang tengah dilakukan IAS. Ia menilai langkah konsolidasi yang dijalankan IAS merupakan pondasi penting dalam membangun perusahaan jasa aviasi yang lebih kuat, lebih lincah, dan mampu menjawab dinamika industri penerbangan yang terus berkembang. 

“Penyatuan kapabilitas, budaya kerja, dan proses bisnis menjadi kunci untuk menciptakan organisasi yang semakin kompetitif.” katanya.

Dirut InJourney menegaskan bahwa transformasi tidak hanya berbicara mengenai penggabungan entitas bisnis, tetapi juga tentang perubahan pola pikir, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola perusahaan. 

IAS, menurutnya, memiliki potensi besar untuk menjadi World-Class Single Aviation Services Company yang mampu memberikan layanan berstandar internasional, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekosistem aviasi nasional. 

“Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap insan IAS harus memiliki komitmen yang sama terhadap keunggulan operasional dan pelayanan kepada pelanggan,” katanya.

Maya menegaskan keyakinannya bahwa transformasi IAS menuju World-Class Single Aviation Services Company akan dapat diwujudkan melalui sinergi, disiplin, dan komitmen bersama IAS People. 

“Dengan semangat Zero Tolerance Operational Failure, saya yakin seluruh IAS People mampu menghadirkan layanan berkelas dunia serta menjadi pilar penting dalam memperkuat daya saing ekosistem aviasi Indonesia.” tambahnya. 

Sementara itu, Direktur Utama IAS Ibu Tri Andayani, mengajak seluruh pimpinan IAS Group diajak untuk memperkuat budaya kolaborasi, menghilangkan sekat antarunit usaha, serta membangun cara kerja yang lebih terintegrasi. 

Sinergi diyakini menjadi fondasi utama dalam menciptakan organisasi yang lincah, inovatif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan serta seluruh pemangku kepentingan. 

Tri Andayani mengajak seluruh jajaran IAS Group untuk terus memperkuat fondasi korporasi sebagai bekal menghadapi tantangan industri aviasi yang semakin kompetitif. 

Menurutnya, percepatan merger harus diiringi dengan budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. “Mari kita satukan energi, satukan kekuatan, dan bergerak lebih lincah dalam menghadapi setiap tantangan. Kita memiliki komitmen penuh untuk menuntaskan proses integrasi IAS Group sehingga mampu melahirkan perusahaan aviasi yang semakin kuat, semakin efisien, dan mampu menjadi pemain kelas dunia dengan standar layanan terbaik,” tegasnya. 

Lebih jauh dijelaskan Dirut IAS, di tengah dinamika ekonomi dan tantangan perubahan lanskap industri, serta meningkatnya persaingan usaha, BUMN dituntut tidak hanya menjaga kinerja bisnis, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. 

Dalam konteks tersebut, IAS Group sebagai bagian dari ekosistem aviasi nasional memiliki tanggung jawab strategis untuk memperkuat daya saing industri melalui transformasi bisnis yang berkelanjutan. Rapat pimpinan juga menjadi momentum untuk memperkuat implementasi transformasi yang sedang dijalankan IAS Group pascakonsolidasi berbagai entitas usaha. 

Integrasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat kapabilitas perusahaan dalam menghadirkan solusi layanan aviasi yang semakin komprehensif, mulai dari ground handling, cargo dan logistics, hospitality, operation support hingga property services. 

Dalam forum tersebut, jajaran pimpinan menegaskan bahwa transformasi tidak hanya dimaknai sebagai perubahan struktur organisasi ataupun proses bisnis semata, melainkan perubahan pola pikir, budaya kerja, kepemimpinan, serta semangat untuk terus berinovasi dalam menghadapi perubahan zaman. 

Oleh karena itu, seluruh insan IAS Group diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mendorong percepatan transformasi perusahaan secara berkelanjutan. 

Komitmen tersebut sejalan dengan arah kebijakan Danantara dan Kementerian BUMN yang menempatkan kolaborasi, tata kelola perusahaan yang baik, efisiensi, inovasi, serta penciptaan nilai sebagai fondasi dalam memperkuat daya saing BUMN di tingkat nasional maupun global. 

IAS Group memandang agenda transformasi tersebut sebagai peluang untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia layanan aviasi terintegrasi yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi Indonesia. 

Selain membahas strategi bisnis dan penguatan sinergi antarentitas, rapat pimpinan juga mengevaluasi pencapaian kinerja perusahaan, menyusun langkah-langkah strategis menghadapi tantangan industri ke depan, serta memperkuat komitmen terhadap penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, transformasi digital, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas layanan. 

Melalui Rapat Pimpinan IAS Group ini, perusahaan menegaskan tekad untuk terus bergerak dalam satu langkah, satu visi, dan satu semangat dalam menghadapi berbagai tantangan industri. 

Kesamaan arah dan komitmen seluruh pimpinan diyakini menjadi modal penting untuk mempercepat transformasi perusahaan sekaligus mendukung keberhasilan agenda besar transformasi BUMN. (*)

Read Entire Article
Pekerja | | | |