Spanyol Juarai Piala Dunia 2026, Nil Maizar: Messi Benar-benar Dikunci

17 hours ago 11

Langgam.id – Kepala Pelatih Semen Padang FC, Nil Maizar, menilai keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 tidak lepas dari permainan kolektif yang solid. La Furia Roja mengangkat trofi setelah menundukkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada partai final Senin (20/7/2026) dini hari. 

Nil mengatakan, sejak menit awal hingga pertandingan berakhir, Spanyol mampu mengendalikan permainan, sehingga Argentina kesulitan mengembangkan serangan.

“Spanyol menguasai pertandingan dari awal sampai akhir. Argentina tidak mendapatkan banyak peluang sepanjang laga,” katanya, Senin (20/7/2026).

Ia menambahkan, salah satu kunci kemenangan Spanyol adalah keberhasilan para pemain mematikan pergerakan Lionel Messi. 

Lini pertahanan Spanyol dinilai disiplin, dan tidak memberikan ruang bagi kapten Argentina itu untuk menerima bola dengan leluasa.

“Messi benar benar dikunci. Mereka tidak memberi ruang sehingga Messi sulit mengembangkan permainan,” ujarnya.

Selain itu, Nil menyoroti transisi permainan Spanyol yang berjalan sangat efektif. Setiap kehilangan bola, para pemain langsung melakukan tekanan tinggi, sehingga Argentina gagal melancarkan serangan balik.

“Saat kehilangan bola mereka langsung melakukan tekanan di area pertahanan lawan. Counter pressing mereka luar biasa sehingga Argentina tidak bisa melakukan serangan balik,” ungkapnya.

Ia juga menilai kedalaman skuad menjadi keunggulan utama Spanyol. Kata Nil, pemain yang masuk dari bangku cadangan tetap mampu memberikan kontribusi besar, termasuk Ferran Torres yang menjadi pencetak gol kemenangan.

“Ini menunjukkan kedalaman tim mereka sangat bagus. Pergantian pemain tetap memberi dampak. Bertahan bagus, menyerang bagus, transisinya juga bagus,” ucapnya.

Nil menyebut kekompakan tim menjadi pembeda dalam laga tersebut. Baginya, Spanyol tidak bergantung pada satu pemain, melainkan mengandalkan kerja sama seluruh lini.

“Yang menonjol bukan individu, tetapi permainan tim. Itu yang membuat Argentina tidak mendapatkan banyak peluang sepanjang pertandingan,” jelasnya.

Meski Argentina gagal mempertahankan gelar, Nil tetap menilai Lionel Messi sebagai pemain terbaik di laga final. Namun, ia mengakui kartu merah yang diterima Enzo Fernández turut memengaruhi keseimbangan permainan Albiceleste pada akhir pertandingan.

Nil menambahkan, keberhasilan Spanyol menjadi bukti bahwa mereka sedang menikmati generasi emas. Setelah menjuarai Piala Eropa 2024, skuad muda Spanyol dinilai memiliki masa depan cerah untuk terus bersaing di level dunia.

“Mayoritas pemain mereka masih muda. Ini bisa menjadi generasi emas Spanyol untuk beberapa tahun ke depan,” bebernya.

Ia berharap keberhasilan Spanyol dapat menjadi inspirasi bagi Timnas Indonesia. Menurut Nil, keberhasilan sebuah tim dibangun melalui perpaduan pemain senior dan muda, disiplin taktik, serta kekompakan dalam bermain.

“Kalau Indonesia bisa mencontoh cara bermain Spanyol, mengombinasikan pemain senior dan muda, menjaga disiplin serta bermain sebagai tim, saya yakin kita juga bisa berprestasi lebih baik di masa depan,” pungkasnya. (WAN)

Read Entire Article
Pekerja | | | |