Terima Audiensi SETARA Institute, Pemko Padang Tegaskan Komitmen Perkuat Keberagaman

5 hours ago 8

Langgam.id – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menegaskan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai keberagaman dan toleransi sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat menerima audiensi Tim Peneliti SETARA Institute di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (22/7/2026).

Audiensi tersebut membahas hasil studi Indeks Kota Toleran (IKT) sekaligus langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk terus meningkatkan kualitas toleransi di Kota Padang. Pertemuan dihadiri Koordinator Peneliti SETARA Institute Ikhsan Yosarie, Peneliti SETARA Institute Kasyfil Aziz, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Syahendri Barkah, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang Prof. Salmadanis, serta sejumlah perwakilan perangkat daerah dan organisasi kemasyarakatan keagamaan.

Dalam pertemuan itu, Fadly Amran menegaskan bahwa Kota Padang merupakan daerah yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan budaya. Menurutnya, keberagaman tersebut harus terus dijaga agar menjadi kekuatan dalam membangun daerah.

“Kota Padang mempunyai keberagaman. Banyak dinamika yang dapat menimbulkan miskomunikasi. Sebagai pemimpin, kita harus menciptakan kerukunan dan mengedepankan mediasi agar tidak terjadi pertikaian antarsesama,” kata Fadly.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemko Padang akan menggelar Padang Harmony Festival atau Padang Multi-etnis Festival yang menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 pada Agustus mendatang.

Menurut Fadly, festival tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas, tetapi juga menjadi sarana memperkuat citra Kota Padang sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi.

“Kita berharap melalui event ini dapat menjadi salah satu branding bagi Pemerintah Kota Padang untuk meningkatkan citra Kota Padang sebagai kota yang toleran dan harmonis di Indonesia. Kita juga berharap Indeks Kota Toleran (IKT) Kota Padang terus meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Peneliti SETARA Institute Ikhsan Yosarie mengapresiasi perkembangan Kota Padang dalam membangun iklim toleransi, khususnya dalam satu hingga dua tahun terakhir.

Ia menilai kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang telah menunjukkan komitmen yang nyata melalui berbagai pernyataan maupun kunjungan kepada kelompok-kelompok minoritas.

“Ada kemajuan yang menggembirakan di Kota Padang. Wali Kota dan Wakil Wali Kota sudah memiliki komitmen yang jelas terhadap aspek toleransi. Keduanya beberapa kali menyampaikan pernyataan dan melakukan kunjungan kepada kelompok-kelompok minoritas. Hal seperti ini tidak banyak dilakukan oleh kota-kota lain,” katanya.

Ikhsan menambahkan, penilaian Indeks Kota Toleran tidak hanya mengukur kebijakan pemerintah daerah, tetapi juga melihat keterlibatan seluruh ekosistem kota, termasuk masyarakat sipil dan berbagai pemangku kepentingan.

Ia juga mengungkapkan bahwa posisi Kota Padang dalam Indeks Kota Toleran menunjukkan tren positif.

“Kota Padang saat ini telah beranjak dari kelompok 10 kota dengan skor toleransi terendah. Kini Padang sudah berada pada zona skor 70-an atau zona berkembang. Ini menunjukkan adanya kemajuan yang perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua FKUB Kota Padang Prof. Salmadanis mendorong lahirnya regulasi yang lebih inklusif sebagai landasan dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Melalui regulasi yang inklusif, kita ingin membangun kehidupan masyarakat yang menerima seluruh komunitas sebagai satu kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Kota Padang,” katanya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan berbagai elemen lainnya, Pemko Padang berharap penguatan nilai toleransi tidak hanya tercermin dalam peningkatan Indeks Kota Toleran, tetapi juga menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |