Langgam.id — Semen Padang FC menatap laga menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 dengan situasi berbeda. Setelah dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola nasional, tim berjuluk Kabau Sirah itu kini bermain tanpa tekanan saat menjamu Persik di Stadion Haji Agus Salim Padang, Jumat (8/5/2026).
Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, mengatakan kondisi tim saat ini justru membuat para pemain lebih lepas dalam menjalani pertandingan. Meski hasil laga tidak lagi memengaruhi nasib tim di klasemen, ia menegaskan anak asuhnya tetap memburu kemenangan.
“Sekarang mungkin kami bermain tanpa beban karena posisi sudah seperti ini,” kata Imran dalam konferensi pers, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, pertandingan melawan Persik tetap memiliki arti penting, terutama untuk memberikan penampilan terbaik kepada pendukung Semen Padang yang selama ini tetap memberikan dukungan di tengah situasi sulit tim.
“Ini kesempatan pemain memberikan hadiah kemenangan untuk masyarakat Padang,” ujarnya.
Imran berharap para pemain mampu memanfaatkan situasi tanpa tekanan tersebut untuk tampil lebih berani dan menikmati pertandingan. Ia menilai semangat bertanding harus tetap dijaga hingga akhir musim sebagai bentuk profesionalisme tim.
Hal senada disampaikan kapten kedua Semen Padang FC, Irsyad Gufron. Ia memastikan para pemain tetap memiliki motivasi tinggi meski tim telah dipastikan turun kasta.
“Apapun kondisinya, kami tetap berjuang sampai akhir. Semoga besok bisa memberikan hasil terbaik untuk Semen Padang dan masyarakat Sumatera Barat,” kata Irsyad.
Laga menghadapi Persik Kediri menjadi salah satu kesempatan terakhir bagi Semen Padang untuk menutup musim dengan hasil positif di hadapan pendukung sendiri. Meski musim berakhir pahit dengan degradasi, tim berharap tetap mampu menunjukkan semangat juang hingga kompetisi selesai.


















































