Jelang Idul Adha, Pemko Padang Rakor Cari Strategi Pengendalian Inflasi

9 hours ago 9

Langgam.id — Pemerintah Kota Padang memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah melalui rapat koordinasi bersama berbagai pemangku kepentingan dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang, Kamis (7/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang itu dihadiri unsur pemerintah daerah, Bank Indonesia (BI), Badan Urusan Logistik (Bulog), Badan Pusat Statistik (BPS), Pertamina, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan, pengendalian inflasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi global.

Menurut dia, pemerintah daerah berupaya memastikan daya beli masyarakat tidak terganggu menjelang meningkatnya kebutuhan pada momentum Idul Adha.

“Pemko Padang berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau, terutama mendekati Hari Raya Idul Adha,” kata Maigus saat membuka kegiatan.

Ia menyebutkan, terdapat sejumlah faktor yang berpotensi memicu kenaikan harga dalam beberapa waktu ke depan. Faktor tersebut antara lain konflik global di Timur Tengah yang memengaruhi harga minyak dan tarif transportasi udara, meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan, serta fluktuasi biaya distribusi akibat perubahan harga bahan bakar.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Padang telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 104 kelurahan bekerja sama dengan Bulog dan BI. Selain itu, pemerintah juga mendorong program urban farming melalui pemanfaatan pekarangan rumah guna mendukung ketahanan pangan keluarga.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat Iqbal Ramadi Payana mengatakan, secara umum stok 12 komoditas pangan strategis di Sumatera Barat masih dalam kondisi aman menjelang Idul Adha.

Meski demikian, ia mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap beberapa komoditas yang rentan mengalami kenaikan harga, seperti cabai merah, bawang merah, serta daging sapi dan kerbau.

Menurut Iqbal, ketersediaan beras di Kota Padang saat ini mencapai 33.506 ton dengan surplus sekitar 25.000 ton dan ketahanan stok hingga 90 hari. Sementara itu, stok cabai merah tercatat 1.313 ton dengan ketahanan enam hari dan bawang merah sebanyak 492 ton dengan ketahanan 12 hari.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat Andy Setyo Biwado menambahkan, inflasi Sumatera Barat pada April 2026 masih terkendali dengan angka year-on-year sebesar 1,97 persen atau berada dalam rentang target nasional.

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang inflasi di Kota Padang antara lain angkutan udara, bawang merah, jengkol, minyak goreng, dan laptop. Adapun komoditas yang mengalami deflasi meliputi cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan emas perhiasan.

Pemerintah daerah berharap sinergi antarinstansi dapat menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang tetap terjangkau menjelang Idul Adha.

Read Entire Article
Pekerja | | | |