Gubernur Mahyeldi Ajak ASN Pemprov Sumbar Jadikan Wakaf sebagai Gerakan Membangun Daerah

17 hours ago 14

Langgam.id – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjadikan wakaf sebagai gerakan bersama untuk mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, wakaf memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus membantu mengurangi angka kemiskinan.

Ajakan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri kegiatan Subuh Mubarak ASN Pemprov Sumbar di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Minggu (2/8/2026). Kegiatan bertema “Menanam Amal Jariyah Melalui Wakaf, Menuai Pahala Tanpa Batas” itu diikuti kepala organisasi perangkat daerah (OPD), ASN Pemprov Sumbar, serta anggota Paskibraka Provinsi Sumbar Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Mahyeldi mengatakan Subuh Mubarak tidak hanya menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membangun integritas dan semangat pengabdian ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Subuh Mubarak bukan sekadar kegiatan ibadah rutin, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter ASN agar memiliki integritas yang kuat serta semangat melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Mahyeldi juga mengapresiasi materi tausiah yang mengangkat tema wakaf sebagai amal jariyah. Menurutnya, wakaf bukan hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi apabila dikelola secara profesional.

Karena itu, ia mengajak seluruh ASN mulai membangun budaya berwakaf, termasuk melalui wakaf uang dengan nominal kecil yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

“Kalau dilakukan bersama-sama dan dikelola secara profesional, potensi wakaf dari ASN akan sangat besar. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pendidikan, pengembangan SDM, hingga membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang lebih baik,” katanya.

Mahyeldi bahkan menggambarkan besarnya potensi wakaf ASN di Sumbar. Menurutnya, apabila sekitar 25 ribu ASN di lingkungan Pemprov Sumbar menyisihkan Rp1.000 per hari untuk wakaf, maka akan terkumpul dana sekitar Rp25 juta setiap hari.

“Dari total 25.000 pegawai di lingkup Pemprov Sumbar, jika masing-masing menyisihkan Rp1.000 saja setiap hari untuk wakaf, maka akan terkumpul wakaf ASN sebesar Rp25 juta per hari. Itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal positif yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan,” ungkapnya.

Untuk memperkuat pengelolaan wakaf, Mahyeldi juga mendorong pembentukan Minang Global Wakaf sebagai lembaga yang mampu menghimpun dan mengelola dana wakaf secara profesional, transparan, dan akuntabel. Selain itu, lima ASN Pemprov Sumbar yang telah memiliki sertifikasi nazhir wakaf diharapkan dapat segera diberdayakan guna memperkuat pengelolaan wakaf di daerah.

Menurut Mahyeldi, pengembangan wakaf membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), lembaga pengelola wakaf, dunia usaha, hingga perantau Minang yang tersebar di berbagai daerah dan luar negeri.

“Melalui sinergi yang kuat, saya optimistis wakaf dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan Sumatera Barat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membantu mengurangi angka kemiskinan secara berkelanjutan,” tutupnya. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |