Langgam.id – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempercepat rehabilitasi kolam budidaya ikan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan aktivitas budidaya sekaligus menggerakkan kembali perekonomian masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan saat Sekretaris Jenderal KKP RI, Andy Artha Donny Oktopura, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Agam, Sabtu (1/8/2026). Dalam kunjungan itu, Andy disambut Bupati Agam Benni Warlis di Rumah Dinas Bupati Agam sebelum menyerahkan secara simbolis satu unit ekskavator di Balai Latihan Kerja (BLK) Sungai Jariang.
Ekskavator tersebut akan digunakan untuk mempercepat rehabilitasi kolam budidaya yang terdampak bencana. Berdasarkan hasil validasi bersama Pemerintah Kabupaten Agam, KKP menargetkan operasionalisasi 100 persen kolam budidaya yang mengalami kerusakan ringan dengan luas sekitar 94 hektare dapat selesai pada September 2026. Operasional alat berat itu akan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Agam.
“Kami telah berdiskusi bersama Pemerintah Kabupaten Agam dan bersepakat untuk berbagi peran antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan sektor perikanan. Harapannya, para pelaku usaha yang terdampak dapat segera kembali menjalankan aktivitas usahanya sehingga roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak,” ujar Andy.
Selain rehabilitasi kolam, KKP juga akan menyalurkan benih ikan dan pakan pada akhir September 2026 untuk mendukung percepatan produksi para pembudidaya.
Di sektor perikanan tangkap, KKP menyiapkan bantuan 60 unit alat penangkapan ikan bagi nelayan terdampak, terutama di kawasan Danau Maninjau. Sementara untuk pelaku usaha pengolahan hasil perikanan, bantuan yang diberikan berupa peralatan pengolahan dan cool box.
Tak hanya itu, KKP juga merencanakan rehabilitasi unit pengolahan ikan serta pengembangan sentra pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Agam pada periode 2027–2028.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak dapat kembali berproduksi, kembali bekerja, dan perekonomian di Kabupaten Agam dapat pulih lebih cepat melalui sektor perikanan,” tegas Andy.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau Kolam Air Deras Hulu Banda Siguhung untuk melakukan penebaran benih ikan serta menyerahkan bantuan jaring penangkapan ikan, cool box, dan berbagai peralatan pendukung kepada kelompok pembudidaya ikan dan nelayan.
Bupati Agam Benni Warlis mengapresiasi dukungan KKP dalam mempercepat pemulihan sektor perikanan pascabencana.
“Kehadiran langsung Bapak Sekretaris Jenderal di Kabupaten Agam merupakan bentuk perhatian yang luar biasa. Bantuan ekskavator, benih ikan, pakan, alat penangkapan ikan, cool box, dan berbagai sarana pendukung lainnya akan sangat membantu masyarakat kami yang terdampak untuk kembali berproduksi dan menggerakkan roda perekonomian,” katanya.
Menurut Benni, dukungan KKP menjadi bagian dari sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat rehabilitasi pascabencana di Kabupaten Agam.
Sebelumnya, Kabupaten Agam juga telah menerima dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Pemerintah daerah berharap kolaborasi lintas kementerian tersebut mampu mempercepat pemulihan sektor perikanan sekaligus menghidupkan kembali aktivitas ekonomi pembudidaya ikan, nelayan, dan pelaku usaha pengolahan hasil perikanan. (HER)














































