Langgam.id – Keterbatasan fasilitas laboratorium masih menjadi tantangan dalam pembelajaran biologi di banyak sekolah menengah. Menjawab persoalan tersebut, dosen Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (UNAND) menerbitkan buku panduan praktikum yang dirancang agar kegiatan eksperimen tetap dapat dilakukan meski dengan fasilitas sederhana.
Buku berjudul Biologi dan Bioteknologi Dasar: Dari Mikroskop hingga DNA disusun oleh Dr. Rita Maliza bersama Dr. M. Idris sebagai panduan praktikum yang dapat langsung digunakan guru dan siswa SMA.
Berbeda dengan buku pelajaran yang lebih banyak membahas teori, buku ini berisi modul-modul praktikum yang disusun secara sistematis dan dapat diterapkan sesuai kondisi laboratorium di masing-masing sekolah.
Materi yang disajikan mencakup pengenalan alat laboratorium dasar, penggunaan mikroskop, pengamatan anatomi hewan, kultur jaringan tumbuhan sederhana, produksi microgreens melalui pengaturan cahaya, hingga praktikum isolasi DNA menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Dr. Rita Maliza mengatakan buku tersebut lahir dari keinginan agar pembelajaran biologi tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga memberi pengalaman langsung kepada siswa melalui kegiatan observasi dan eksperimen.
“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas bukan berarti praktikum tidak dapat dilakukan. Banyak kegiatan praktikum dasar yang dapat disederhanakan menggunakan alat dan bahan yang mudah diperoleh, sehingga siswa tetap memiliki kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung,” ujarnya, dikutip Senin (3/8/2026).
Salah satu materi yang menjadi daya tarik dalam buku tersebut adalah praktikum isolasi DNA menggunakan buah stroberi, sabun pencuci piring, garam dapur, dan alkohol dingin. Melalui percobaan sederhana itu, siswa dapat mengamati endapan serabut putih yang mengandung DNA sehingga konsep yang selama ini hanya dipelajari melalui buku dapat dipahami secara nyata.
Selain itu, buku ini juga memperkenalkan teknik kultur jaringan tumbuhan dalam versi sederhana. Praktikum dapat dilakukan menggunakan kotak kerja aseptik berbahan plastik transparan dengan media yang memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh, seperti air kelapa dan sumber vitamin.
Untuk memudahkan proses pembelajaran, setiap modul dilengkapi tujuan pembelajaran, daftar alat dan bahan, langkah kerja yang sistematis, hingga pertanyaan diskusi. Format tersebut diharapkan membantu guru melaksanakan praktikum tanpa harus menyusun modul dari awal.
Menurut Rita, pengalaman melakukan praktikum memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa ingin tahu dan minat siswa terhadap ilmu pengetahuan.
“Pengalaman melihat sel melalui mikroskop atau mengamati hasil isolasi DNA secara langsung akan lebih membekas dibandingkan hanya mempelajari konsep melalui buku pelajaran,” katanya.
Melalui penerbitan buku panduan ini, tim penulis berharap semakin banyak sekolah mampu menyelenggarakan pembelajaran biologi berbasis praktikum, meskipun memiliki keterbatasan fasilitas laboratorium.
Upaya tersebut diharapkan dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang semakin tertarik pada bidang sains dan bioteknologi. (HER)














































