Kabut Asap Meningkat, Bupati Eka Putra Imbau Masyarakat Kurangi Kegiatan di Luar Ruangan

3 hours ago 2

Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus memantau kondisi kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir menyelimuti wilayah daerah tersebut.

Selain mengganggu jarak pandang, kondisi ini mulai dirasakan masyarakat dengan munculnya keluhan mata perih dan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan, pihaknya masih melakukan pemantauan, pengkajian, dan evaluasi terhadap perkembangan kualitas udara serta kondisi kesehatan masyarakat.

Apabila kondisi kabut asap semakin memburuk, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar akan mengambil langkah lebih lanjut dengan menetapkan status tanggap darurat bencana kabut asap.

“Kami masih melihat situasi cuaca. Kalau dalam satu atau dua hari ke depan turun hujan, tentu asap akan berkurang. Karena selain ISPA, asap juga membuat mata perih. Saat ini kita juga merasakan langsung saat berada di lapangan,” ujar Eka, Rabu (16/9/2026).

Ia menyampaikan, berdasarkan data yang diterima pemerintah daerah, akibat kabut asap kasus ISPA di Tanah Datar telah mencapai 2.589 kasus. Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

“Kami mengimbau warga untuk tidak keluar rumah kalau tidak penting sekali. Kalau harus keluar, gunakan masker. Ini langkah kita bersama untuk mencegah kasus ISPA semakin banyak,” ungkapnya.

Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Eka juga telah menginstruksikan seluruh pegawai, terutama yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, untuk menggunakan masker. Meski demikian, pelayanan publik tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Untuk mendukung penanganan dampak kesehatan, Eka menyebutkan obat-obatan telah disiapkan di seluruh Puskesmas. Pemerintah daerah juga tengah mempertimbangkan untuk membentuk posko kesehatan khusus di kawasan Kota Batusangkar apabila kondisi kabut asap terus meningkat.

“Di Puskesmas sudah kita siapkan obat. Kalau memang diperlukan, kita juga punya rencana membuat posko kesehatan di kota Batusangkar. Sementara saat ini posko pelayanan kesehatan berada di masing-masing Puskesmas,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan Car Free Day (CFD), Eka menjelaskan kegiatan itu untuk sementara masih direncanakan tetap dilaksanakan karena juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang.

Namun, apabila kondisi kabut asap semakin tebal dan membahayakan kesehatan, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan untuk menghentikan kegiatan tersebut.

“Ekonomi juga kita pikirkan, karena CFD memberikan kesempatan bagi pedagang untuk berjualan. Tetapi kalau tingkat asap bertambah tebal, tentu akan kita larang. Kesehatan tetap menjadi yang utama,” tegasnya.

Eka menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran jerami maupun membuka lahan dengan cara membakar.

Ia menambahkan, pemerintah daerah belum menemukan sumber kebakaran besar di wilayah Tanah Datar. Kebakaran kecil yang terjadi di kawasan Simawang sebelumnya telah ditangani dengan cepat oleh petugas pemadam kebakaran.

Terkait dugaan kabut asap yang berasal dari daerah lain, Eka menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur dan melaporkan kondisi terkini di wilayahnya.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga akan menyampaikan laporan secara tertulis serta meminta koordinasi dengan kabupaten tetangga dan daerah lain yang mengalami kebakaran hutan atau lahan.

Eka mengungkapkan, adanya laporan dari peternak mengenai lima ekor sapi yang mati dan diduga berkaitan dengan kondisi kabut asap. Namun, ia menegaskan bahwa informasi tersebut masih membutuhkan kajian lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

“Informasi itu perlu dikaji. Kita sudah melaporkan secara lisan kepada Pak Gubernur dan saya sudah meminta Sekda membuat surat tertulis, sekaligus meminta koordinasi dengan daerah kabupaten tetangga dan provinsi yang terjadi kebakaran hutan,” kata dia.

Eka juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menghadapi kondisi tersebut dengan tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Ia berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga kabut asap dapat berangsur-angsur menghilang.

“Yang pertama, saya mengimbau warga untuk tidak keluar rumah kalau tidak penting. Kedua, gunakan masker. Ketiga, tentu banyak berdoa. Mari kita berdoa bersama agar kabut asap ini segera hilang dari Tanah Datar,” imbaunya.

Kondisi kabut asap juga menjadi perhatian Pemkab Tanah Datar terkait rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar pada Oktober mendatang.

Ia mengatakan, apabila kondisi asap tidak kunjung membaik, pihaknya akan mempertimbangkan mengusulkan penundaan pelaksanaan Porprov kepada Pemerintah Provinsi Sumbar demi kesehatan atlet dan masyarakat.

“Kalau asap ini masih berlanjut dan tidak bisa reda, kami akan mengusulkan secara resmi kepada pemerintah provinsi untuk menunda pelaksanaan Porprov demi kesehatan para atlet, penonton dan pecinta olahraga,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari sisi persiapan anggaran maupun kesiapan kontingen, Tanah Datar telah melakukan koordinasi dengan KONI.

Namun, faktor kesehatan akibat kondisi kabut asap perlu menjadi pertimbangan. Terlebih Tanah Datar juga dijadwalkan menjadi tuan rumah sejumlah cabang olahraga, di antaranya voli dan tinju. (WAN)

Read Entire Article
Pekerja | | | |