Pedagang Terdampak Rekonstruksi GOR Agus Salim Dapat Lapak Baru 3×4 Meter 

12 hours ago 14

Pedagang Terdampak Rekonstruksi GOR Agus Salim Dapat Lapak Baru 3x4 Meter 

Lokasi relokasi pedagang terdampak rekonstruksi GOR Haji Agus Salim Padang. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)

Langgam.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) akan mulai merelokasi pedagang yang terdampak perombakan kawasan GOR Haji Agus Salim pada 15 Juni 2026. 

Relokasi dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan menjelang pelaksanaan rekonstruksi fasilitas olahraga tersebut.

Kepala Dispora Sumbar, Mahdianur, mengatakan pemerintah telah menyiapkan lapak bagi seluruh pedagang yang terdampak. Setiap pedagang akan memperoleh area usaha dengan ukuran yang sama guna memastikan pemerataan dan kenyamanan dalam beraktivitas.

Masing-masing pedagang akan mendapatkan lapak berukuran 3 x 4 meter. Selain itu, tersedia pula area tambahan di bagian depan lapak dengan lebar sekitar dua hingga tiga meter yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan usaha.

“Untuk bagian lapak dapat digunakan sebagai tempat memasak dan menyiapkan dagangan. Sementara area di bagian depan bisa dimanfaatkan sebagai tempat bagi masyarakat untuk menikmati makanan dan minuman yang dijual pedagang,” ujarnya, Rabu (10/6/2026)  

Mahdianur menyebutkan, proses relokasi telah dipersiapkan. Sebagian pedagang bahkan telah mulai membangun serta menata tempat usaha mereka di lokasi yang telah disediakan.

“Pedagang yang terkena dampak perombakan GOR H. Agus Salim akan dipindahkan pada tanggal 15 Juni 2026. Saat ini juga ada sebagian pedagang yang sudah mulai merangka tempat dagangan mereka,” sambungnya.

Diketahui, sebanyak 48 pedagang yang terdata di kawasan GOR H. Agus Salim Padang akan direlokasi ke Kavling D yang berada di dekat area panjat tebing. 

Terkait proses pembongkaran bangunan di kawasan yang terdampak penataan saat ini masih berada pada tahap lelang pekerjaan peruntuhan. Sementara itu, proses pengosongan kawasan direncanakan mulai dilaksanakan pada pertengahan Juni 2026.

“Untuk proses peruntuhan saat ini sedang dalam tahap lelang. Pengosongan kawasan direncanakan dilaksanakan pada pertengahan Juni 2026,”kata Mahdianur. (WAN) 

Read Entire Article
Pekerja | | | |