Rakor Bersama Pemko Pariaman, Gubernur Sumbar Dorong Sinergi Pengembangan Potensi Daerah

7 hours ago 8

Langgam.id — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperkuat sinergi dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah. Kolaborasi antardaerah dinilai penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki masing-masing wilayah.

Hal tersebut disampaikan Mahyeldi saat memimpin rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Pariaman di Aula Balaikota Pariaman, Minggu (15/3/2026).

Rapat tersebut dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi dan pemerintah kota untuk membahas berbagai strategi percepatan pertumbuhan ekonomi serta peluang investasi di Sumatera Barat.

“Kita ingin potensi yang dimiliki kabupaten dan kota dapat dikolaborasikan dengan baik, mulai dari penguatan sektor pertanian, hilirisasi agroindustri hingga pengembangan pariwisata, sehingga memberikan hasil maksimal bagi pembangunan daerah,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, kerja sama antardaerah menjadi kunci penting agar potensi ekonomi yang ada tidak berkembang secara terpisah, melainkan saling mendukung satu sama lain.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada 2025 tercatat sekitar 3,37 persen. Angka tersebut mengalami perlambatan yang salah satunya dipengaruhi oleh dampak bencana yang terjadi pada paruh akhir tahun.

Meski demikian, pemerintah provinsi tetap optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai sekitar 7,2 persen pada 2029.

Mahyeldi menyebutkan sejumlah proyek strategis yang tengah berjalan diperkirakan akan memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Di antaranya pembangunan Flyover Sitinjau Lauik dengan nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun serta pembangunan jalan tol yang diperkirakan mencapai Rp25 triliun.

Pemerintah provinsi juga berupaya memastikan manfaat ekonomi dari proyek-proyek tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat daerah, termasuk melalui penggunaan material lokal serta kewajiban perusahaan pelaksana proyek untuk membuka kantor perwakilan di Sumatera Barat.

Selain membahas penguatan ekonomi daerah, Mahyeldi juga mengingatkan pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi potensi peningkatan kunjungan wisatawan dan arus mudik menjelang Idulfitri, terutama di daerah tujuan wisata seperti Kota Pariaman.

Ia meminta pengelola objek wisata untuk menjaga kebersihan kawasan, memastikan transparansi harga, serta meningkatkan keselamatan transportasi laut bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Angso Duo.

“Momentum libur Lebaran biasanya membawa peningkatan kunjungan wisata. Karena itu kita perlu memastikan pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan berjalan dengan baik,” kata Mahyeldi.

Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan pemerintah kota akan terus mengembangkan sektor pariwisata dan perikanan sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

“Potensi terbesar Kota Pariaman memang berada pada sektor wisata dan perikanan. Karena itu kami berharap dukungan dari pemerintah provinsi untuk pengembangannya,” ujar Yota.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pariaman juga tengah menyiapkan berbagai agenda wisata untuk menyambut perantau yang pulang kampung saat Lebaran melalui tradisi Piaman Barayo yang menghadirkan berbagai permainan dan kegiatan budaya di kawasan pantai.

Melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, diharapkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Sumatera Barat dapat berkembang secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Read Entire Article
Pekerja | | | |