Rakor KONI Sumbar: Padang Mundur, 11 Daerah Siap Jadi Tuan Rumah Porprov 2026

22 hours ago 12

Langgam.id — Sebanyak 11 kabupaten/kota di Sumatera Barat menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah cabang olahraga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Di sisi lain, Kota Padang memutuskan mundur dari skema tuan rumah bersama.

Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persiapan Porprov XVI yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat di Ruang Singgalang 4–5 Lantai 4 UNP Hotel & Convention Center, Padang, Selasa (24/2/2026).

Rakor dipimpin Ketua Umum KONI Provinsi Sumatera Barat Hamdanus, didampingi Ketua Steering Committee Prof. Syahrial Bakhtiar, Ketua Organizing Committee Dr. Septri, serta jajaran pengurus KONI Sumbar. Hadir pula perwakilan KONI kabupaten/kota se-Sumbar dan Tim Persiapan Porprov XVI 2026.

Dalam forum itu disepakati Porprov XVI akan digelar mulai 2 Oktober 2026, sesuai Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat dan hasil rapat terbatas kepala daerah se-Sumbar sebelumnya. Rakor juga menegaskan komitmen dukungan anggaran melalui APBD dan non-APBD, serta penerapan sistem Satu Data Atlet berbasis aplikasi yang disiapkan KONI Sumbar.

Sebanyak 11 daerah yang menyatakan kesediaan menjadi tuan rumah cabang olahraga ialah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Sawahlunto, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Tanah Datar.

Dari seluruh daerah tersebut, Kepulauan Mentawai menjadi yang paling agresif menyatakan komitmen. Ketua KONI Kepulauan Mentawai, Ali Nurdin, menegaskan dukungan penuh bupati dan DPRD setempat, termasuk alokasi sekitar Rp 7,9 miliar dalam APBD Perubahan 2026.

Bahkan, Mentawai menyatakan kesiapan menanggung biaya transportasi atlet dan kontingen rute Padang–Mentawai, meski transportasi lokal belum dapat difasilitasi karena keterbatasan sarana.

Sejumlah daerah lain turut memaparkan kesiapan dan kendala. Sawahlunto mengusulkan 10 cabang olahraga, namun mengantisipasi keterbatasan penginapan panitia, wasit, dan juri yang beririsan dengan jadwal sekolah. Pesisir Selatan baru memastikan kesiapan untuk dua cabang, yakni takraw dan silat, dari 10 yang direncanakan.

Kabupaten Solok menyatakan siap menggelar sekitar empat cabang olahraga sembari menunggu penandatanganan resmi kepala daerah. Padang Pariaman mengusulkan panjat tebing, bola voli, woodball, serta kemungkinan tambahan tarung derajat. Pasaman Barat siap menjadi tuan rumah cabang IMI dengan dukungan penginapan gratis bagi atlet.

Bukittinggi menargetkan alokasi Rp 7 miliar dalam APBD Perubahan untuk menggelar tinju, wushu, karate, dan tenis meja. Pariaman mengusulkan sepatu roda, tenis lapangan, dan teqball. Padang Panjang masih menunggu kepastian anggaran meski berminat menggelar hapkido dan tarung derajat. Sementara Tanah Datar berharap prosesi pengambilan api Porprov dapat dilaksanakan di Pariangan sebagai bagian dari penguatan nilai historis Luhak Nan Tuo.

Berbeda dengan daerah lain, Kota Padang memutuskan mundur dari skema tuan rumah bersama. Sekretaris Umum KONI Padang, Tri Putra Junaidi Nst, menyatakan keputusan itu merupakan sikap tegas Wali Kota Padang yang menginginkan peran lebih besar.

Menurut dia, Wali Kota Padang menghendaki status tuan rumah penuh, bukan berbagi. Jika dipercaya, Padang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah tunggal pada Porprov XVII tahun 2028.

Kendati demikian, Padang tetap menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Porprov XVI dan bertekad mempertahankan status juara umum.

Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan rakor ini bertujuan memastikan kesiapan riil setiap daerah, terutama terkait dukungan anggaran dalam APBD Perubahan 2026.

Ia menyebut hasil rakor akan disinkronkan dengan pengurus provinsi masing-masing cabang olahraga sebelum diputuskan final dalam Rapat Koordinasi Teknis pada awal Maret 2026.

Ketua OC Porprov XVI, Dr. Septri, menambahkan kepastian tuan rumah menjadi kunci penyusunan tahapan teknis berikutnya. Timeline pelaksanaan akan dirinci agar seluruh tahapan berjalan tepat waktu menuju Oktober 2026.

Sementara itu, Ketua SC Prof. Syahrial Bakhtiar mengingatkan daerah agar tidak menunda persiapan atlet. Ia mendorong pemusatan latihan segera dilaksanakan dan melibatkan kepala daerah dalam pembukaannya.

“Sudah delapan tahun Porprov tidak digelar. Ini momentum kebangkitan olahraga Sumatera Barat,” ujarnya.

Rakor menyepakati komitmen kesiapan tuan rumah, pengawalan anggaran, serta percepatan tahapan teknis sebagai fondasi penyelenggaraan Porprov XVI Sumatera Barat 2026.

Read Entire Article
Pekerja | | | |