Coaching Padang Rancak Award Sesi II Dimulai, Fokus Edukasi Pemilahan Sampah Organik

10 hours ago 13

Langgam.id — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Eka Sakti (UNES) menggelar Coaching Verifikasi Lapangan Padang Rancak Award (PRA) Sesi II Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dibuka di Ruang Sidang Rektorat Lantai I Universitas Eka Sakti, Sabtu (5/9/2026).

PRA Sesi II tahun ini berlangsung lebih panjang, yakni sejak 12 Juli hingga 1 Oktober 2026. Pelaksanaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan Kota Padang menghadapi penilaian Adipura serta momentum Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

Kepala DLH Kota Padang melalui Kepala Bidang Program Pengembangan Komunikasi dan Kemitraan Lingkungan, Fuad Syukri, mengatakan perpanjangan durasi pelaksanaan bertujuan memberikan waktu yang cukup bagi pengurus RT dan Bank Sampah untuk mempersiapkan serta menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.

“Khusus sesi ini memang dialokasikan waktu lebih panjang agar setiap RT dan Bank Sampah dapat fokus memastikan lokasinya bersih secara konsisten,” ujar Fuad.

Menurutnya, salah satu fokus utama PRA Sesi II adalah mendorong masyarakat memilah sampah, terutama sampah sisa makanan atau organik.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi sampah organik yang berakhir di tempat pemrosesan akhir dan berpotensi menghasilkan emisi gas metana yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

“Memilah sampah bertujuan agar pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan baik dan benar. Diharapkan budaya bersih ini terus melekat, tidak hanya saat perlombaan berlangsung,” katanya.

Untuk melakukan verifikasi terhadap 3.456 RT di Kota Padang, sebanyak 312 mahasiswa UNES dilibatkan dan diterjunkan ke lapangan.

Fuad meminta para mahasiswa yang bertugas menjaga etika dan integritas selama melakukan verifikasi. Mereka juga diminta bersikap santun saat berinteraksi dengan masyarakat.

Dukungan terhadap pelaksanaan PRA juga disampaikan Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP), Prof. Dr. Andi Suryaman Mustari Pide, S.H., M.Hum.

Saat membuka kegiatan, ia mengatakan PRA tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar prestasi dalam sebuah perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kegiatan PRA ini sangat vital dalam mengubah perilaku publik. Yang sedang kita bangun saat ini bukan semata-mata mengejar prestasi, melainkan membangun budaya dan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNES, Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd., mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Kota Padang kepada UNES dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia berharap keterlibatan mahasiswa dalam PRA tidak hanya membantu proses penilaian, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat terkait pengelolaan sampah.

Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri diharapkan dapat mengurangi beban anggaran pengelolaan sampah yang selama ini ditanggung melalui APBD.

“Kepercayaan dari Wali Kota Padang ini harus dijawab secara profesional. Saya minta seluruh mahasiswa yang bertugas di lapangan dapat melaporkan hasil verifikasi secara jujur dan objektif kepada tim juri,” tegasnya.

Ketua LPPM UNES, Prof. Dr. Ir. I Ketut Budaraga, M.Si., mengatakan 312 mahasiswa yang dilibatkan berasal dari delapan fakultas di UNES.

Mereka berasal dari Fakultas Fisipol, Ekonomi, Akuntansi, Hukum, Teknik, FKIP, Pertanian, dan Sastra.

Sebelum turun ke lapangan, seluruh mahasiswa mendapatkan pembekalan melalui coaching selama dua hari, 5–6 September 2026.

Pembekalan diberikan oleh tim teknis DLH Kota Padang dan Tim Juri Padang Rancak Award untuk memastikan mahasiswa memahami mekanisme serta indikator verifikasi yang harus dilakukan di lapangan. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |