Langgam.id — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat mempercepat digitalisasi administrasi di 19 KONI kabupaten/kota. Langkah ini dilakukan untuk membangun satu data olahraga yang terintegrasi sekaligus mendukung persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026.
Percepatan digitalisasi tersebut dibahas dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Percepatan Digitalisasi Administrasi KONI Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat yang digelar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi KONI Sumbar di Daima Hotel Padang, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan diikuti 19 admin KONI kabupaten/kota dan dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Tasriatul Fuadi. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus bersama jajaran pengurus.
Tasriatul mengapresiasi langkah KONI Sumbar yang mulai menerapkan sistem digital dalam pengelolaan administrasi dan data olahraga.
Menurutnya, digitalisasi akan memudahkan pemerintah dan KONI dalam memantau perkembangan atlet maupun pelatih secara lebih lengkap. Data yang tersedia tidak hanya menyangkut identitas, tetapi juga asal daerah, lokasi latihan, rekam prestasi hingga informasi pendukung lainnya.
“Melalui digitalisasi ini kita bisa melihat perkembangan atlet dan pelatih secara lengkap dan detail. Mulai dari asalnya, latihan di mana, prestasinya apa, sampai data-data lainnya. Semua bisa diketahui dalam satu sistem,” ujar Tasriatul.
Ia menilai pengelolaan data secara manual sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan olahraga saat ini. Sistem digital dibutuhkan agar data dapat diakses lebih cepat dan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan maupun program pembinaan.
“Sekarang bukan masanya lagi kita menggunakan data secara manual. Digitalisasi data sudah menjadi kebutuhan. Semua bisa dijangkau dengan lebih mudah,” katanya.
Tasriatul berharap penerapan sistem tersebut juga dapat menghilangkan perbedaan informasi antara KONI Sumbar dengan KONI kabupaten/kota.
“Kalau datanya sudah terintegrasi dan dikelola secara digital, simpang siur data tidak akan ada lagi. Kita memiliki data yang sama dan bisa mengaksesnya sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Wakil Ketua Umum KONI Sumbar Bidang Digitalisasi, Dolla Indra, mengatakan Bimtek tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat penerapan satu data KONI Sumbar.
Menurutnya, keterlibatan admin dari seluruh KONI kabupaten/kota menjadi langkah awal untuk menyamakan pola pengelolaan administrasi dan data olahraga di tingkat daerah.
“Diikuti 19 admin KONI daerah. Progres Porprov melalui percepatan satu data KONI Sumbar terus dilakukan,” ujar Dolla.
Ia berharap sistem digital tersebut dapat mempercepat proses penyampaian dan pembaruan data dari kabupaten/kota. Data yang terkumpul nantinya juga dapat digunakan KONI Sumbar untuk memantau perkembangan pembinaan olahraga di masing-masing daerah.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus mengatakan digitalisasi merupakan bagian penting dalam pembenahan tata kelola organisasi olahraga.
Ia mengapresiasi kehadiran 19 admin KONI kabupaten/kota dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, hal itu menunjukkan keseriusan jajaran KONI daerah mengikuti perkembangan teknologi.
“Digitalisasi ini tidak bisa ditunda lagi. Ini tanda-tanda kemajuan dan keseriusan kita,” kata Hamdanus.
Menurutnya, perkembangan teknologi juga telah mengubah pola komunikasi organisasi. Karena itu, KONI Sumbar dan KONI kabupaten/kota harus mampu memanfaatkan sistem digital sebagai sarana komunikasi yang efektif.
“Komunikasi kekinian tentu dengan digitalisasi. Digitalisasi inilah yang bisa menjadi media terbaik,” ujarnya.
Di tengah pembenahan administrasi, Hamdanus juga meminta KONI kabupaten/kota tetap fokus mempersiapkan Porprov XVI Sumbar 2026.
Porprov dijadwalkan berlangsung 2 hingga 14 Oktober 2026. Sejumlah persiapan telah dilakukan, termasuk pemasangan baliho dan pematangan latihan atlet.
Hamdanus juga meminta KONI kabupaten/kota mempercepat evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing daerah, terutama melalui koordinasi dengan bagian keuangan dan anggaran.
Menurutnya, kesiapan anggaran menjadi salah satu hal yang perlu segera dituntaskan agar pelaksanaan Porprov dapat berjalan sesuai rencana.
Setelah Porprov XVI, Sumbar juga akan menghadapi sejumlah agenda olahraga nasional, di antaranya PON Beladiri, PON Pantai, PON Indoor dan PON Remaja.
Sumbar juga telah mendapat kepercayaan dari KONI Pusat menjadi tuan rumah Korwil Sumatera pada 2027. Selain itu, terdapat rencana penyelenggaraan Pekan Olahraga Negara Serumpun yang akan mempertandingkan sejumlah cabang olahraga.
Dengan banyaknya agenda tersebut, Hamdanus menilai pembenahan tata kelola dan basis data olahraga harus berjalan seiring dengan peningkatan prestasi atlet.
Digitalisasi administrasi diharapkan tidak sekadar mengubah data manual menjadi elektronik, tetapi menjadi fondasi bagi pengelolaan olahraga Sumbar yang lebih tertib, cepat, terukur dan terintegrasi. (HER)


















































