Gubernur Sumbar Tawarkan Istana Bung Hatta untuk Pengembangan Bahasa Arab

9 hours ago 13

Langgam.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mendorong Ikatan Pengajar Bahasa Arab (IMLA) Sumbar memperkuat pembelajaran dan pengembangan bahasa Arab di tengah masyarakat.

Menurutnya, penguasaan bahasa Arab tidak hanya penting untuk memahami Al-Qur’an dan literatur keislaman, tetapi juga membuka akses generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan peradaban yang menggunakan bahasa tersebut.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Seminar Nasional S2 PBD sekaligus pelantikan Pengurus IMLA Sumbar di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Sabtu (19/9/2026).

Mahyeldi mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus IMLA Sumbar yang akan menjalankan amanah hingga 2030. Ia berharap kepengurusan yang kembali aktif setelah sempat vakum selama dua tahun itu dapat memperkuat pengajaran bahasa Arab di Sumbar.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya ucapkan selamat kepada Ketua dan IMLA Provinsi Sumatera Barat. Mudah-mudahan dengan telah dikukuhkannya kepengurusan IMLA Sumatera Barat, pengajaran bahasa Arab akan lebih terurus lagi,” ujar Mahyeldi.

Ia mengatakan, Sumbar memiliki sejarah panjang dalam pembelajaran bahasa Arab. Bahkan, Mahyeldi mengenang pengalamannya belajar bahasa Arab ketika duduk di bangku SMA di Bukittinggi pada dekade 1980-an.

Menurutnya, ketika itu pembelajaran bahasa Arab berkembang melalui masjid dan berbagai lembaga pendidikan di daerah tersebut.

“Bahasa Arab ini memang perlu kita kembangkan, kita tingkatkan, karena merupakan bagian dalam rangka untuk memahami Al-Qur’an dan sebagainya,” katanya.

Mahyeldi menilai penguatan bahasa Arab juga sejalan dengan falsafah kehidupan masyarakat Sumbar, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Karena itu, pengembangan bahasa Arab dinilai penting untuk berjalan beriringan dengan penguatan pemahaman agama dan kaderisasi generasi muda.

Ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi Islam dan madrasah dalam menggerakkan pembelajaran bahasa Arab.

Menurutnya, keberadaan tiga UIN di Sumbar, yakni UIN Imam Bonjol Padang, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar, dapat menjadi kekuatan dalam meningkatkan kemampuan bahasa Arab di tengah masyarakat.

“Peradaban yang maju itu memang dengan banyak bahasa. Kita harapkan dengan mampu bahasa Arab, akan bisa menyelami segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa Arab dan peradaban,” tuturnya.

Selain itu, Mahyeldi menyebut Pemprov Sumbar juga mendorong pengembangan sumber daya manusia di bidang keislaman melalui program Hamka Muda.

Program tersebut memberikan kesempatan kepada generasi potensial untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang S1, S2, dan S3. Mereka diharapkan nantinya kembali dan berkontribusi bagi pembangunan Sumbar.

“InsyaAllah kita sangat konsen dengan ini. Karena inilah backbone-nya Sumatra Barat. Memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga membuka peluang kolaborasi antara IMLA dan Pemprov Sumbar untuk menyusun berbagai program pengembangan bahasa Arab bagi generasi muda.

Bahkan, ia menawarkan fasilitas milik Pemprov Sumbar di Bukittinggi, termasuk Istana Bung Hatta, untuk dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan.

“Silakan mulai di Bukittinggi ini. Nanti untuk tempat, untuk biaya makan-minumnya di tempat, saya menanggung,” ujarnya.

Mahyeldi berharap pengukuhan pengurus IMLA Sumbar menjadi momentum untuk kembali menghidupkan pembelajaran bahasa Arab secara lebih luas.

Ia juga berharap kolaborasi antara IMLA, perguruan tinggi, madrasah, dan pemerintah dapat memperkuat peran pendidikan agama sekaligus menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan bahasa dan wawasan keislaman. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |